Bupati Sumenep: Kawal Ketat Pelaksanaan Pilkada

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) MENGHIMBAU: Kondisi mewabahnya Covid-19 di Kabupaten Sumenep belum reda, sehingga pelaksanaan pilkada harus mengikuti protokol kesehatan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Enam hari, menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Kabupaten Sumenep, Bupati A Busryo Karim, mewanti-wanti agar pelaksanaan pesta demokrasi tingkat daerah itu dikawal ketat.

Sebab kondisi di lapangan, mewabahnya Covid-19 masih menghantui masyarakat. Menurutnya, pemerintah sudah menyediakan fasilitas materi dan non materi. Sehingga upaya tersebut, harus direspon positif oleh para pelaksana dan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Dari sisi anggaran sudah kami siapkan, memang Covid-19 ini sangat menyita perhatian. Dalam pelaksanaan pilkada. Apalagi, jauh-jauh hari kami sudah mengkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait,” katanya, Kamis (3/12/2020).

Bupati dua periode itu, menegaskan, upaya pemerintah dari segi non materi yakni membantu fasilitas dan tenaga medis di setiap pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Mulai dari pelayanan rapid test untuk kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

Pihaknya mewajibkan, agar masyarakat membantu proses pilkada dengan mematuhi protokol kesehatan (prokes). Sebab, jika hanya semangat sebelah, namun dari sisi masyarakat abai, maka upaya meminimalisir tidak akan terwujud.

Dalam proses pelaksanaannya, secara teknis dipasrahkan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Kami tidak tahu teknisnya seperti apa, tapi kami selalu koordinasi dengan KPU, Bawaslu, dan sebagainya. Kami rapatkan setiap minggu, sehingga pelaksanaannya harus dikawal dengan ketat,” jelasnya.

Sementara itu, Humas Satgas Penanganan Covid-19, Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya mengungkapkan, meskipun status penyebaran Covid Zona Orange. Namun, bukan berarti sudah masuk kategori aman.

“Seperti yang sering kami sampaikan, bahwa di Sumenep sendiri masih ada beberapa titik yang statusnya tidak aman, misalnya Kecamatan Talango dan Bluto,” paparnya.

Menurutnya, peta angka Covid-19 per tanggal 2 Desember, tercatat jumlah terkonfirmasi 752 orang. Rinciannya, sembuh 683 orang, sedangkan yang meninggal 42 orang, dan suspek 23 orang.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Sumenep, A Warits menyampaikan, dalam pelaksanaannya, jika kedapatan tidak sesuai dengan prokes siap melayani teguran dari masyarakat maupun aparat.

“Selain kami memang sudah melakukan sosialisasi, banyak yang dilibatkan dalam pengawasannya, termasuk di berbagai tahapan, mulai dari awal hingga saat ini,” paparnya. (ara/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *