Bupati Sumenep Ra Fauzi Resmi Me-launching Program Wirausaha Santri


Bupati Sumenep Ra Fauzi Resmi Me-launching Program Wirausaha Santri
(KM/Prokopim) SIAPKAN SANTRIPRENEUR: Bupati Sumenep Achmad Fauzi bersama Wabup Dewi Khalifah dan Kepala Disparbudpora Mohammad Iksan saat membuka Wirausaha Santri

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Program Wirausaha Santri tahun 2022 telah di-launching oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi pada Senin (19/9/2022) di Pesantren Al-In’Am Desa Banjar Timur Kecamatan Gapura.

Dalam pembukaan tersebut turut hadir Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah dan Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Mohammad Iksan.

Diketahui, program Wirausaha Santri merupakan program yang menyasar kalangan santri dan pemuda di Sumenep untuk dibekali keterampilan berwirausaha. Ra Fauzi (sapaan akrab bupati) berharap, melalui keterampilan yang dimiliki, santri tidak kebingungan ketika kembali ke masyarakat.

“Mengasah diri dengan berbagai disiplin ilmu itu baik bagi santri, termasuk dengan mengikuti program Wirausaha Santri. Karena dimulai dengan mengasah skill bidang wirausaha, santri memiliki kemampuan lain selain di bidang keilmuan,” jelas Ra Fauzi.

 Selain itu, menurutnya, setiap santri tidak akan selamanya berada di lingkungan pesantren. Cepat atau lambat akan kembali ke masyarakat untuk mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya selama di pesantren. Sebab itu, dia berharap. sebelum para santri lulus, bisa membekali diri dengan ilmu dan keterampilan berwirausaha.

Kemudian ketika kembali ke masyarakat, tinggal mengembangkan skill yang dimiliki dan menularkan ilmunya kepada masyarakat. Atau bahkan, bisa menjadi pioner untuk berwirausaha di bidang tertentu; semisal membatik.

“Pembekalan diri, mengasah diri, dan melatih diri dari hal bisa dilakukan ketika di pesantren. Termasuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang telah dipersiapkan dari program ini,” ungkapnya.

Ditambahkan Ra Fauzi, program Wirausaha Santri bisa berjalan dengan maksimal sehingga bisa memberikan efek luar biasa bagi santri dan pemuda untuk menjadi pengusaha.

Reporter: Moh. Razin

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky