Bupati Sumenep Resmikan Dua Ruang untuk Tingkatkan Layanan RSUD dr. Moh. Anwar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBAIDI) DIRESMIKAN: Bupati Sumenep A Busyro Karimbersama jajaran Forkopimda Sumenep meresmikan langsung ruang hemodialisa dan ruang laboratorium biomolekuler.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Dalam rangka meningkatkan pelayanan di sektor kesehatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moh. Anwar Sumenep meresmikan ruanghemodialisa dan ruang laboratorium biomolekuler atau polymerase chain reaction (PCR) yang merupakan satu-satunya di Madura.

Bupati Sumenep A Busyro Karim dalam sambutannya mengatakan, penunjang kemajuan dan barometer penilaian kabupaten, salah satunya adalah maksimalnya layanan kesehatan, terutama fasilitas yang memang disediakan oleh pemkab.

Bacaan Lainnya

“Peresmian ini suda lama kita tunggu-tunggu oleh semua elemen. Dan pelayanan memang harus resmi ditingkatkan, berbicara tentang pelayanan, harus pasti. Tidak boleh lama, waktu berlaut-larut tidak baik, apalagi tentang kesehatan,” katanya di depan jajaran Forum Pimpinan Daerah  (Forkopimda) Sumenep.

Peresmian itu digelar dalam bentuk silaturrahim.Dua ruang yang diresmikan itu, salah satu tujuannya adalah untuk mendeteksi penyakit dalam.Meski saat ini yang menjadi prioritas adalah penanganan wabah Covid-19, dalam jangka panjang, dua ruang masih tetap bisa difungsikan, misalnya untuk penyakit HIV, TBC dan yang lainnya.

Bupati yang biasa disapa Buya itu menambahkan, berdasarkan indeks kepuasan masyarakat (IKM) , rumah sakit yang dimpim oleh dr. Erliyati itu terus melakukan pembenahan, terlihat dari tahun 2016 meraih angka 2,6, tahun 2017 3,3, tahun 2018 2,35, tahun 2019 3,25, dan tahun 2020 3,25.

“Kalau awalnya untuk hasil swab Covid-19 itu harus menunggu dari RS di Surabaya, sehingga itu lama kan, makanya ini adalah solusi dalam memaksimalkan pelayanan, untuk mendeteksi penyakit-penyakit dalam,” imbuhnya.

Sementara Direktur RSUD dr Moh Anwar Sumenep dr. Erliyati menyampaikan, ada beberapa dasar atau alasan pembangunan itu adalah untuk dijadikan rujuakan rumah sakit Covid-19, sudah mendapatkan bantuan mesin, sehingga diharuskan untuk diberikan fasilatas penunjang seperti ruangan yang memadai.

Selain itu, yang menjadi alasan pembangunan tersebut juga tidak adanya ruang  laboratorium yang berdampak pada lambatnya kenerja atau pelayanan.Sebab, untuk sekedar mendeteksi suatu penyakit, harus dibawa ke rumah sakit luar Sumenep. Misalnya untuk melihat hasil swab, harus ke Surabaya.

“Misalnya hemodialisa awalnya hanya bisa menampung 7 mesin dan sekarang sudah bisa 17 mesin. Dan tentunya ini merupakan amanat untuk memaksimalkan layananan,” paparnya. (ara/waw)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *