oleh

Buruh Nonformal Jauh dari Jaminan Ketenagakerjaan

BPJS Kesulitan Sasar Pekerja Tanpa Perusahaan

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Mendapatkan pekerjaan yang layak dengan berpenghasilan yang baik  menjadi dambaan dari semua orang apalagi ditambah pekerjaan itu sesuai dengan minat yang dimiliki. Tetapi di balik pekerjaan dan berpenghasilan yang baik, ada hal penting lain yang harus diperhatikan bagi pekerja, yakni harus mendapatkan jaminan sosial, seperti BPJS Ketenagakerjaan.

Para tenaga kerja ini harus menyadari terkait tanggung jawab perusahaan dalam mendaftarkan para tenaga kerjanya terdaftar di BPJS ketenagakerjaan. Sehingga apa yang seharusnya menjadi haknya juga terpenuhi. Sejauh ini, pekerja yang bergabung di BPJS Ketenagakerjaan semakin meningkat, termasuk di Madura.

PIC Kehumasan BPJS Ketenagakerjaan Bangkalan Mohammad Rizal menjelaskan, di Madura ada 29.176 buruh yang sudah tercakup di BPJS ketenagakerjaan. Rinciannya, Bangkalan dan Sampang sebanyak 15.898, Pamekasan jumlahnya 5.7511 dan jumlah tenaga kerja di Sumenep yang sudah bergabung dengan BPJS ketenagakerjaan sebanyak 7.511 orang.

Pria yang akrab dengan sapaan Rizal tersebut juga melanjutkan, untuk pekerja yang tidak tercakup masih ada, namun jumlahnya belum diketahui secara pasti. Namun, yang belum tercakup pada tahun 2019, pihaknya memiliki program dengan nama agressive growth (pertumbuhan agresif).

“Saya berharap untuk tenaga kerja khususnya di Bangkalan ini terlindungi semua termasuk dari sektor yang nonformal, seperti petani dan nelayan,” ucapnya.

Untuk memperluas cakupan, pihaknya akan menggandeng atau kerja sama dengan dinas-dinas yang ada di Bangkalan. Seperti Disnaker dan semua OPD yang ada hubunganya dengan perizinan dan ketenagakerjaan.

Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah memberikan jaminan kepada pengguna BPJS Ketenagakerjaan, khususnya yang diberhentikan dari  tempat kerjanya.

“Untuk yang kecelakaan itu masih belum ada, namun untuk yang meninggal itu ada dan kami sudah memberikan santunan nominalnya sekitar Rp24 juta. Untuk jaminan yang mengalami kecelakaan, kami akan menanggung biaya perawatan rumah sakit hingga sembuh,” jelasnya.

Dari pantauan BPJS Ketenagakerjaan, tenaga kerja yang ada di Bangkalan sangat antusias dengan program-program dari BPJS Ketenagakerjaan. Tetapi masih ada tenaga kerja dari pelosok-pelosok yang masih belum terdaftar. Dan itulah yang saat ini dievaluasi agar cakupan BPJS Ketenagakerjaan semakin meluas hingga pelosok.

“Untuk yang dari kota mayoritas sudah terdaftar, namun ada sebagian tenaga yang itu dari daerah pelosok yang masih belum terdaftar. Dan kami ke depannya akan lebih gencar lagi dalam publikasi,” pungkasnya. (km46/pai)

Komentar

News Feed