oleh

Bus AKAP Sepi Penumpang, Maraknya Travel Ilegal Dinilai Jadi Pemicu

Kabarmadura.id/Sumenep-Penumpang Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan penumpang bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) masih sepi. Salah satu pemicunya adalah banyaknya travel gelap yang beroperasi.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Arya Wiraraja SumenepHandoko Imam Hanafi mengatakan, banyak travel gelap yang tidak berizin tetap beroperasi. Misalnya, pada saat masyarakat hendak ke Jakarta, biasanya mereka memilih travel ketimbbang bus.

“Hal ini juga menjadi pemicu utama sepinya penumpang. Bahkan mereka tidak pegang surat resmi,” katanya, Minggu (12/7/2020).

Secara khusus, dia menyoroti salah satu syarat yang menyebut penumpang harus memiliki surat tugas. Namun, tidak ada aturan jelas dan mendetail soal hal itu yang disampaikan ke perusahaan otobus

Dia juga menyoroti tindakan yang diterima pemilik travel yang secara ilegal menyelundupkan pemudik. Disebutnya, travel agen gelap hanya dikenakan Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, di mana denda yang diberikan cuma Rp 500 ribu. Padahal dari satu penumpang saja, travel gelap itu bisa dapat Rp500-700 ribu.

“Hati-hati untuk tavel gelap agar tidak sembarangan mengangkut para pemudik,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, dari jumlah 20 Bus AKAP, yang beroperasi hanya 10 bus. Untuk bus AKDP dari 90 bus hanya beroperasi sebanyak 30 bus. Penumpang bus AKAP saat ini dipenuhi dari daerah kepulauan dengan beralasan hendak  ke Jakarta untuk bekerja di toko.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam mengatakan, travel gelap harus ditindak dengan tegas. Sebab, jika tetap beroperasi,maka akan merugikan bagi para bus yang sudah berizin. Hal tersebut harus ada tindak tegas dari Dishub serta pihak keamanan.

“Kami berharap tidak ada pihak yang dirugikan,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed