Butuh Kesadaran Masyarakat Akhiri Wabah Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) KAPAN BERAKHIR: Pemerintah belum dapat memastikan kapan wabah Covid-19 akan berakhir.

Kabarmadura.id/Pamekasan–Mewabahnya Coronavirus Disease (Covid-19) telah membuat banyak pihak merasa kesulitan dalam melaksanakan segala bentuk kegiatan. Sebab karenanya, berbagai sektor mulai lumpuh, tidak terkecuali bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan kesehatan.

Di tengah masa sulit ini, seluruh elemen masyarakat sedang menunggu kejelasan dari pemerintah kapan wabah virus ini akan berakhir. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pamekasan Totok Hartono masih belum dapat memastikan kapan wabah Covid-19 akan berakhir. Di samping segala upaya yang dilakuan oleh pemerintah dengan sekuat tenaga, menurutnya hanya Tuhan Yang Maha Esa yang bisa menentukan berakhirnya wabah ini.

Bacaan Lainnya

Akan tetapi menurtunya, wabah ini pada akhirnya akan kalah jika kedisiplinan seluruh masyarakat untuk mengikuti arahan pemerintah terus terjaga. Sebab lanjut dia, hanya dengan kedisiplinan menjaga kebersihan dan menghindari kerumunan wabah Covid-19 bisa segera diakhiri.

“Tidak ada yang bisa memberi kepastian kecuali hanya Allah SWT. Yang bisa pemerintah lakukan adalah berikhtiar bersama-sama masyarakat untuk mencegah penyebarannya, yang dapat dilakukan dengan prilaku hidup bersih, memakai masker dan menghindari kerumunan,” tukasnya, Kamis (7/5/2020).

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Fathor Rohman menjelaskan, upaya Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk menangani Covid-19 terus dilakuan. Namun menurutnya, upaya yang dilakukan itu tidak akan bedampak apa-apa jika masyarakat tetap tidak mengindahkan anjuran dan arahan pemerintah.

Sehingga menurutnya, setelah sejak lama pemerintah memenuhi kewajiban untuk berperan dan bertugas menangani wabah Covid-19 ini, kini dia berharap masyarakat dapat menjalankan kewajibannya untuk berperan dengan mengikuti anjuran pemerintah.

Sebab menurutnya, segala yang dilakukan pemerintah bukan tanpa dasar. Bahkan dia menyebut segala yang dilakukan pemerintah untuk menangani Covid-19 sudah sangat selaras dengan ajaran agama, mulai dari aturan menjaga kebersihan, menghindari kerumunan dan bahkan terkait kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah mengikuti anjuran agama sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Nabi.

“Saya paham bagaimana jenuhnya masyarakat dengan wabah ini. Tapi wabah ini baru akan berakhir ketika masyarakat sudah memenuhi kewajibannya sebagai rakyat, sebab segala upaya telah pemerintah lakukan, tinggal bagaimana masyarakat mengikuti apa yang telah disarankan pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengaku upaya yang dilakukan pemerintah akan sia-sia jika tidak dibarengi dengan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat. Sebab jika tidak diikuti dengan kerjasama yang baik, maka dapat dipastikan wabah ini akan semakin tidak terkendalikan.

Dirinya menyebutkan, kesadaran masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 menjadi faktor paling utama dalam hal penanganan wabah Covid-19, termasuk di antaranya transparansi dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan pemerintah.

“Pemerintah akan terus bekerja maksimal, tetapi kerja maksimal ini perlu kerjasama juga dari semua pihak, untuk jujur dan transparan dan mau mengikuti anjuran pemerintah untuk terus menjaga kebersihan dan hindari kerumunan,” tangkasnya. (ali/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *