oleh

Butuh Timsus Tangani 10 Ribu Wirausaha Baru

Kabarmadura.id-PAMEKSAN–Ada 17 program aksi yang ditawarkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dan Raja’e, saat masa kampanye pemilukada beberapa waktu lalu. Dari 17 program aksi itu, program pengentasan kemiskinan dengan menciptakan 10 ribu wirausaha baru, menjadi salah satu program yang paling ditunggu realisasinya oleh masyarakat.

Program 10 ribu wirausaha baru, merupakan program unggulan yang dinanti masyarakat. Oleh sebab itu, pemerintah kabupaten tidak boleh gagal dalam merealisasikan program tersebut. Jika program tersebut gagal, maka kepemimpinan Baddrut Tamam dan Raja’e dianggap gagal secara keseluruhan. Sebab program tersebut menjadi representasi keduanya dalam mengentaskan persoalan kemiskinan di bumi Gerbang Salam.

Oleh sebab itu, berbagai upaya akan dilakukan. Termasuk dengan membentuk tim khusus (timsus) yang nantinya akan membantu pemerintahan Baddrut Tamam dan Raja’e, mencapai target dua ribu wirausaha baru setiap tahun.

Dikatakan Wakil Bupati Pamekasan Raja’e, timsus yang akan dibentuk memiliki tugas untuk mengkaji setiap potensi yang dimiliki desa. Sebab program wirausaha baru nantinya akan berorientasi pada potensi lokal setiap desa.

Sehingga, potensi yang dimiliki desa dapat dipetakan, kemudian dicarikan konsep yang baik untuk tahap pengemabangannya. Kemudian, masyarakat di masing-masing desa yang memiliki keterampilan berkenaan dengan potensi lokal desa itu, akan diberikan pelatihan untuk memaksimalkan pengelolaan potensi lokal desa tersebut.

“Setelah dinilai mampu mengelola potensi desa itu, mereka akan dikembalikan untuk merealisasikan hasil pelatihan di desa,” katanya Selasa (5/2).

Lebih lanjut Raja’e menjelaskan, selain melatih perwakilan masyarakat yang memiliki potensi, pemkab juga akan berupaya untuk memberikan bantuan modal kepada pelaku wirausaha yang sudah mendapat pelatihan dan pembinaan tersebut.

Dengan demikian, harapan untuk meningkatkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa melalui program 10 ribu wirausaha baru, akan terwujud. Sebab, masyarakat di tingkat desa akan menjalankan wirausaha berbasis potensi lokal desa secara mandiri.

“Tujuan utamanya tetap pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Mantan kepala Desa Bujur Barat itu menyampaikan, selain bantuan permodalan dari pemkab. Pemerintah desa bisa ikut membantu pembentukan wirausaha baru dengan ikut mendanai setiap wirausaha dari dana desa (DD), maupun alokasi dana desa (ADD), yang peruntukannya memang untuk kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya sinergi antara pemkab dengan pemdes itu, Raja’e berharap, program 10 ribu wirausaha baru di 178 desa itu, bisa membawa kemakmuran kepada masyarakat. khususnya kemandirian dalam meningkatkan perekonomian berbasis lokal desa.

“Semoga ikhtiar kami untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud dengan baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD PAN Pamekasan, Heru Budi Prayitno mengatakan, masyarakat sudah tidak sabar menunggu realisasi program 10 ribu wirausaha baru itu.  Selain untuk menekan angka kemiskinan, program itu sangat dinantikan masyarakat yang saat ini sedang mengalami kebingungan untuk mencari lapangan pekerjaan.

Sebab menurut Heru, setiap kelompok wirausaha yang nantinya akan dibina oleh pemkab, dipastikan akan menyerap sejumlah tenaga kerja baru. Setidaknya, ada lima hingga sepuluh tenaga kerja yang nantinya akan bekerja dalam satu kelompok wirausaha.

Jika program itu sesuai dengan yang direncanakan, program 10 ribu wirausaha baru akan bisa tercapai dalam jangka waktu satu tahun. Apabila program itu terus berkembang, maka bukan tidak mungkin akan ada 50 ribu tenaga kerja baru dalam lima tahun ke depan.

“Tentunya masyarakat sudah tidak sabar menunggu realisasi program ini,” kata Heru. (pin/waw)

Komentar

News Feed