Cabdin Pemprov Jatim Target Laporan Kelulusan Siswa Maksimal Satu Pekan

  • Whatsapp
(KM/SUBHAN) DITARGET: Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur Wilayah Sampang membatasi pelaporan siswa kelas akhir yang lulus di setiap lembaga SMA dan SMK di Sampang maksimal satu pekan.

Kabarmadura.id/Sampang-Meskipun kelulusan siswa tingkat sekolah menengah atas dan sekolah menegah kejuruan (SMA-SMK) sudah keluar Sabtu (2/5/2020) kemarin, namun mayoritas lembaga belum melaporkan tingkat kelulusan masing-masing siswa. Padahal, Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) Wilayah Kabupaten Sampang, membatasi laporan satu pekan sejak ditentukan.

Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pendidikan Pemprov Jatim Wilayah Sampang Asyyari mengatakan, untuk bisa mengetahui jumlah siswa tingkat SMA-SMK sederajat  yang dinyatakan lulus, pihaknya masih menunggu laporan dari masing-masing lembaga.

Bacaan Lainnya

Namun demikian, hingga Senin (4/5/2020) kemarin, mayoritas lembaga belum melaporkan hasil kelulusan. Pihaknya mengaku sudah mengimbau semua lembaga untuk segera melaporkan siswa yang dinyatakan lulus dan tidak pada tahun ini. Sebab laporan kelulusan itu turun langsung ke masing-masing lembaga melalui online, seperti web sekolah, grup whatsapp, line, dan sebagainya.

“Kami sudah memberikan deadline waktu, semua lembaga melaporkan maksimal satu pekan, terhitung sejak tanggal 2 Mei kemarin, kalau tidak, bisa dijatuhi sanksi administrasi,” ucap Asyyari saat dihubungi Kabar Madura, Senin (4/5/2020).

Dirinya membeberkan, di tengah merebaknya wabah Covid-19, para siswa diminta tetap di rumah, karena pada masa-masa darurat Covid-19 itu, kelulusan tidak dilakukan di masing-masing sekolah, karena pengumuman sepenuhnya memanfaatkan media dalam jaringan (daring) atau online.

Hal itu kata dia, bertujuan untuk menghindari adanya kerumunan massa selama pengumuman. Hanya saja, setiap sekolah diberi kewenangan terkait teknis pengumuman kelulusan sesuai kemampuannya.

Sambung Asyyari, para peserta didik diimbau untuk tidak merayakan kelulusan dengan aksi mencoret-coret seragam, maupun tindakan hura-hura yang berlebihan, terlebih di tengah wabah covid-19 yang melanda berbagai daerah.

“Untuk Kriteria kelulusan saat ini hanya mengacu pada nilai rapor mulai semester 1 sampai 5 dan ditambah nilai tugas-tugas di semester 6, tidak otomatis langsung lulus, tetap ada kriterianya, minimal harus berkelakuan baik dan semacamnya,” terangnya. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *