Cabdindik Jatim Wilayah Sumenep Longgarkan Capaian Target Kurikulum

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) TIDAK NORMAL: Meski kegiatan belajar mengajar pelaksanaannya menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen, namun dalam penerapannya tidak paksaan kejar target kurikulum.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) pada sekolah di bawah lingkungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Sumenep berjalan normal. Namun pada masa pandemi ini penerapan tersebut belum menargetkan capaian kurikulum.

“Tidak ada perubahan kurikulum, tetap sesuai petunjuk dari pemerintah pusat, tapi tidak ada kewajiban mencapai target. Karena baik daring maupun luring tidak sesuai kurikulum tidak apa-apa,” ucap Kacabdindik Jatim Wilayah Sumenep Syamsul Arifin.

Bacaan Lainnya

Samsul menjelaskan, kegiatan belajar mengajar (KBM) daring yang sudah berlangsung selama ini tidak berjalan efektif. Di antara kendala yang ada di lapangan adalah sarana dan jaringan. Sehingga pertengahan tahun ini dilakukan uji coba PTM 50 persen.

“Ya itu, banyak siswa yang tidak mempunyai HP (handphone), jaringan terkadang tidak normal, dan banyak faktor lainnya. Di tengah berbagai persoalan seperti itu, tidak masuk akal kalau masih dibebani capaian kurikulum,” imbuhnya.

Dikatakan Syamsul, alasan pihaknya tidak bisa memaksa dengan membebani harus mencapai kurikulum. Hal itu karena dengan membagi dua sesi tentu pembelajaran akan lebih lambat, maka hal itu tak dapat disiasati, termasuk dengan kegiatan ekstra lainnya.

Sementara itu, Anggota Komisi lV DPRD Sumenep Samioeddin mengatakan, dunia pendidikan termasuk daftar yang terdampak wabah Covid-19. Sehingga hal itu mewajibkan semua pihak untuk aktif dalam pencegahannya, terutama dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Demi kesehatan dulu, orang tua memang harus aktif di momen-momen seperti ini,” papar dia.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *