Cabdindik Jawa Timur Wilayah Sumenep Matangkan Pelaksanaan Asesmen Nasional

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERGEGAS: Peleksanaan AN digelar pada September khusus kelas XI.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) di Kabupateb Sumenep akan digelar pada September 2021 mendatang. Seluruh sekolah di Kota Keris diharapkan untuk mempersiapkan kegiatan tersebut.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan, berdasarkan hasil rapat berasama Dinas Pendidikan Jawa Timur, pelaksanaan AN akan digelar pada 6-9 September 2021 untuk sekolah menengah kejuruan (SMK). Sementara untuk sekolah menengah atas (SMA) akan dilaksanakan pada 12 September sampai salesai.

Bacaan Lainnya

“Setiap sekolah dibatasi hanya sebanyak 50 siswa, 5 siswanya merupakan cadangan. Peserta hanya dikhususkan pada kelas XI,” katanya, Selasa (29/6/2021).

Menurutnya, para siswa nantinya dilakukan klasifikasi di Data pokok pendidikan (Dapodik) oleh pemerintah pusat, dipilih secara acak oleh sistem pusat.

“Kami mewajibkan sekolah wajib menyediakan perangkat komputer termasuk servernya, melalukan pengecekan pada perangkat komputer, dihawatirkan takut ada maslah,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Samsul itu menegaskan, pelaksanaan AN tidak harus dilakukan di sekolah. Tetapi, dapat menggabung pada sekolah yang lain jika siswa yang diikutkan sangat sedikit.

Dijelaskannya, Asesmen Nasional (AN) merupakan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah.

Perubahan mendasar pada Asesmen Nasional adalah tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

Asesmen Nasional dirancang tidak hanya sebagai pengganti ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional, namun sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan.

Program itu juga merupakan langkah dari memerdekakan siswa dengan bebasnya peserta didik dari diskriminasi sistemik yang berdampak pada pembelajaran atau pemerolehan materi.

“Seluruh kepala sekolah dan guru wajib mempersiapkan palaksanaan AN tersebut,” ujar dia.

Kacabdin menjelaskan, Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, di antaranya Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yakni untuk mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif.

Kemudian, Survei Karakter yakni untuk mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values) sebagai hasil belajar nonkognitif. Dan Survei Lingkungan Belajar untuk mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

“Saat ini masih tahap perbaikan dan persiapan,” pungkasnya (imd/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *