oleh

Cabdindik Sumenep Buka Blokir 13 Sekolah

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Jawa Timur  Cabang Sumenep Syamsul Arifin sudah membuka blokir sekolah menengah atas (SMA) atau sederajat, yang dengan sengaja melakukan penggelembungan data siswa, atau melanggar aturan dan abai terhadap laporan-laporan.

Menurutnya sekolah yang paling mendominasi pelanggaran ini berada di daratan. Padahal, di daratan potensi untuk diketahui oleh publik sangat besar. Sehingga saat diketahui ada sekitar 13 sekolah yang kedapatan melanggar dan sempat diblokir.

“Pemblokiran itu sengaja saya lakukan, namun dengan adanya itikad baik dari lembaga yang bersangkutan untuk tidak lagi menyalahi aturan maka saya buka kembali pada minggu kemarin, karena sekolah-sekolah tersebut sudah berkomitmen untuk tidak mengulangi lagi,” katanya, Selasa (6/4/2021).

Syamsul menyebutkan, ada 13 sekolah yang sudah diblokir karena menggelembungkan data siswa. Sekolah-sekolah yang sudah diblokir tersebut terdiri dari 3 SMA dan 10 SMK yang berada di daratan semua. Setelah diblokir, sekolah tersebut dipastikan tidak akan mendapatkan bantuan apapun.

Tetapi berhubung sekolah-sekolah tersebut sudah sesuai dengan data di data pokok pendidikan (dapodik), maka pihaknya sudah bisa merekomendasikan untuk memberikan bantuan-bantuan yang memang menjadi haknya sekolah atau lembaga.

“Kami sudah panggil kepala sekolahnya, tapi nanti jika terulang kembali pasti kaki blokir lagi, tapi saya rasa untuk memenuhi laporan online itu tidak sulit, apalagi itu yang sering dilanggar,” imbuhnya.

Selama ini, setiap SMA mendapatkan dua bantuan, yakni bantuan operasional sekolah (BOS) dan biaya penunjang operasional penyelenggaraan pendidikan (BOPP). Dana BOS setiap siswa Rp1,4 juta, sementara untuk BOPP Rp70 ribu setiap bulannya, sedangkan untuk SMK lebih tinggi dananya yaitu sebesar Rp110 ribu per siswa.

Artinya hak-hak sekolah setelah blokirnya dibuka maka kembali bisa dinikmati, sehingga kesejahteraan pendidik yang selama ini menjadi problem di salah satu sekolah tersebut sudah bisa teratasi. (ara/mam)

Komentar

News Feed