Cabdindik Wilayah Bangkalan:  PTM SLB Tunggu PPKM Usai

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) TERBATAS: Salah satu guru saat mengajar secara daring siswa yang berkebutuhan khusus di SLB Samudra Lavender kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN –Kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring perlu adanya peran dari wali murid. Sebab untuk peserta didik yang memiliki keterbatasan tidak bisa dengan mudah untuk melaksanakan pembelajaran menggunakan fasilitas atau elektronik yang dimiliki. Sementara untuk pertemuan tatap muka (PTM) masih harus menunggu pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selesai.

Kepala SLB Samudra Lavender Moch. Supriadi mengatakan, proses pembelajaran dengan virtual ini memang perlu didampingi oleh orang tua siswa. Mengajari anak yang berkebutuhan khusus membutuhkan kesabaran yang lebih, tidak sama seperti siswa pada umumnya.

Bacaan Lainnya

“Peran orang tua saat ini lebih dibutuhkan, apalagi kemampuan mereka juga terbatas,” katanya.

Dikatakannya, peserta didik di sekolah luar biasa ini tidak bisa langsung mengikuti apa yang diperintahkan oleh gurunya. Mereka mengerjakan sesuatu sesuai dengan keinginannya. Ini yang menjadi tantangan bagi tenaga pendidik dan membutuhkan ketelatenan.

”Jadi tanpa adanya kerjasama wali murid dengan guru ataupun sekolah maka proses pembelajaran tidak akan terlaksana dengan baik. Apalagi masih daring seperti saat ini,” ucapnya.

Pihaknya meminta guru pengajar memberikan tutorial bagaimana cara mengajar anak dengan berkebutuhan khusus, agar orang tua bisa melanjutkan di rumahnya.

”Walau secara daring, tetap harus lebih kreatif agar materi pembelajaran tersampaikan dengan baik,” tukasnya.

Supriadi menambahkan, jika kondisi pandemi membaik, direncanakan akan melaksanakan PTM dengan kapasitas 50 persen. Jumlah siswa baru di lembaganya mulai dari TKLB hingga SMALB ada 19 siswa. Sedangkan untuk anak didik lama sekitar 55 orang.

“Ini nanti akan kami sesuaikan dengan jumlah tenaga pendidik, masih kami atur,” tuturnya.

Kasi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Bangkalan Moh. Fauzi menyarankan, pembelajaran di sekolah luar biasa dilakukan dengan guru kunjung. Karena siswa yang memiliki ketunaan ini tidak semuanya bisa mengikuti pembelajaran dengan efektif selama dilakukan secara virtual.

”Tetapi menunggu PPKM darurat selesai. Ke depannya memang sudah menyusun rencana untuk sistem pembelajaran, bisa daring dari sekolah atau  guru mendatangi muridnya. Perlu adanya treatment khusus,” pungkasnya. (hel/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *