Cabor Muay Thai Pamekasan Rutin Sumbang Emas Setiap Tahun

  • Whatsapp
(FOTO; KM/ IST) BERPRESTRASI: Cabang olahraga (cabor) baru Muay Thai di Pamekasan setiap tahun menyumbangkan medali.

KABARMADURA;PAMEKASAN-Cabang olahraga (cabor) baru asal Thailand ini ternyata menyimpan sejumlah potensi muda; khususnya di Pamekasan. Selain itu, cabor ini sering menyumbangkan prestasi untuk Kabupaten Pamekasan.

Berdiri sejak tahun 2016 lalu, Muay Thai merupakan cabor yang tergolong baru di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan.

Namun siapa sangka, dari cabor inilah nama Kabupaten Pamekasan setiap tahun dipanggil sebagai peraih medali emas dalam ajang kejuaraan Muay Thai di berbagai level. Bahkan, setahun setelah cabor ini berdiri, langsung meraih medali emas dalam kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Timur.

“Alhamdulillah, meski ini cabor baru setiap tahun menyumbangkan emas,” ungkap Ketua Muay Thai Pamekasan, Kuswadi.

Pada awal berdirinya cabor ini, KONI Pamekasan disyaratkan harus memiliki pelatih dan juri Muay Thai yang telah tersertifikasi. Namun syarat itu tidak begitu sulit, karena kenyataannya di Pamekasan cukup banyak peminat cabor asal negeri Thailand tersebut.

Bahkan, saat ini, KONI telah memiliki lima cabor Muay Thai yang telah tersertifikasi. Kelima pelatih tersebut telah mengikuti penataran di Bogor, dan dinyatakan lulus di sana, serta memperoleh piagam nasional.

Saat ini, cabor ini telah memiliki empat ranting di bawah koordinasinya. Bahkan saat ini, anggota cabor ini berkisar 60 orang yang mayoritas adalah pemuda usia produktif. Mayoritas anggota cabor ini dari kalangan pelajar SMP dan SMA.

Kuswadi menjelaskan bahwa cabor ini merupakan cabor jenis bela diri namun berbeda dengan silat, karate, taekwondo, dan yang lainnya. Cabor ini merupakan salah satu jenis seni bela diri semacam tinju bebas.

Bahkan hari ini, pihaknya tengah mengikuti kejuaraan kick boxing batu fight ke-I di Kota Batu. Sementara, per tanggal 6 Desember ini, Kabupaten Pamekasan telah meraih satu medali emas dan satu medali perak. Namun kejuaraan tersebut masih berlangsung.

Dia menerangkan, sebagai cabor baru, pihaknya masih perlu banyak mensosialisasikan cabor ini kepada masyarakat Pamekasan. Karena itu, pihaknya kerap mensosialisasikan itu ke sejumlah sekolah mulai dari SD hingga SMA.

Meskipun demikian, pihaknya belum bisa maksimal dalam latihan karena belum memiliki ring. Hal itu karena terkendala pembangunan. Sebab menurutnya, ring Muay Thai harus berada di bangunan khusus.

“Karena ring itu tidak bisa bongkar muat, jadi harus permanen,” pungkasnya. (ali/km58)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *