oleh

Cabuli Warga, Oknum Aparat Desa Terancam Pidana 15 Tahun

Kabarmadura.id/Sampang-H. Ahmad, oknum aparat Desa Pulau Mandangin, Kecamatan/Kabupaten Sampang, tidak berkutik saat dibekuk Tim Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sampang di kediamannya, Minggu (17/5/2020) siang. Oknum aparat desa itu dibekuk, lantaran sebelumnya dilaporkan telah melakukan tindak pemerkosaan terhadap warganya KA (inisial) pada Senin (11/5/2020) lalu.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro mengatakan, sebelumnya tersangka itu dilaporkan oleh Zainuddin yang tak lain adalah kerabat dari korban KA. Berdasarkan hasil laporan itu, pihaknya langsung melakukan penyidikan sehingga tersangka H. Ahmad (sebelumnya inisial A) berhasil diamankan di rumahnya oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sampang, Minggu (14/05/2020) sekira pukul 11.30. WIB.

Lebih lanjut Didit mengatakan, atas perbuatannya tersangka ditetapkan melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 atas perubahan Undang-Undang Pasal 23 Tahun 2002 dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.

“Korbannya seorang gadis berumur 16 tahun, atas bujuk rayunya tersangka berhasil melakukan pencabulan terhadap korban itu di semak-semak Dusun Candin, Desa Pulau Mandangin,” katanya saat konferensi pers, Senin (18/05/2020).

Sementara itu, saat diintrogasi langsung oleh Kapolres Sampang, H. Ahmad mengaku tidak melakukan perbuatan yang dituduhkan itu. Bahkan dirinya mengaku hanya ingin menolong KA saat bersama pacarnya.

“Setelah sholat tarawih saya menemukan baju sepasang pria dan wanita. Ternyata setelah ditelusuri ada gadis yang berjalan tanpa memakai busana. Melihat kejadian seperti itu, saya langsung datangi si gadis dengan niat mau menolong. Tapi, ada orang datang dan menuduh saya melakukan perbuatan itu,” akunya.

Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Riki Donaire Piliang menambahkan, upaya H. Ahmad untuk tidak mengakui atas perbuatannya itu sudah hal biasa, sebab tidak mungkin pelaku pengaku perbuatannya.

Selain itu diungkapkannya, kronologi kejadian bermula saat pelaku melakukan patroli di lingkungan sekitarnya. Kemudian pelaku bertemu sama teman atau pacar si korban. Kemudian pacar si korban lari, dan disitulah pelaku memanfaatkan situasi untuk melancarkan aksinya dengan mengancam korban terlebih dahulu.

Meski begitu, pihaknya tidak langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pada saat keluarga melaporkan kejadian iti. Pihaknya mengaku masih malakukan proses penyidikan dan mengumpulkan bukti untuk melakukan penangkapan.

“Pelaku memang tidak mengakui, namanya aja pelaku tidak akan mengakuinya. Terpenting bukti sudah ada, yakni korban sudah mengakui dan ada saksi yang melihat, selain itu sudah ada visum. Adapun lokasi kejadian itu di semak-semak,” pungkasnya. (mal/pin)

Komentar

News Feed