Cakades Meninggal Dunia Bisa Tanda Tangan Surat Tugas, Saksi dan Panitia Pilkades Dipolisikan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) TIDAK MASUK AKAL: Kurnadi, kuasa hukum cakades Rubaru nomor Urut 2 Moh. Munandar, lapor ke polisi mengenai dugaan pemalsuan tanda tangan dalam surat tugas saksi dari cakades yang sudah meninggal dunia.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Kemenangan Rudiyanto, calon kepala desa (cakades) yang meninggal dunia sebelum pemilihan, berbuntut laporan ke Mapolres Sumenep. Pemenang dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Rubaru, Kecamatan Rubaru, Sumenep itu dilaporkan, lantaran saksi yang datang saat pemilihan mengantongi surat tugas yang ditandatangani mendiang Rudiyanto.

Laporan itu disampaikan  Moh. Munandar, cakades Rubaru nomor urut 2 melalui kuasa hukumnya, Kurniadi. 

Menurut Kurniadi, kliennya merasa dikhianati. Sebab, Rudiyanto yang dikabarkan telah meninggal dunia pada 20 Juli 2021, bisa menandatangani surat tugas untuk saksi yang hadir di tempat pemungutan suara (TPS). 

“Ini kan tidak mungkin. Masak orang meninggal dapat menandatangani surat,” kata Kurniadi, Selasa (7/12/2021).

Dalam laporan di SPKT II Polres Sumenep itu, Kurniadi datang bersama sejumlah saksi dalam Pilkades Rubaru. Saksi tersebut adalah delegasi yang dikirim kliennya ke TPS saat pemungutan suara.

Kata Kurniadi, calon yang sudah meninggal dunia tidak mungkin untuk hidup lagi, sehingga tidak seharusnya calon tersebut muncul kembali ke dunia hanya untuk kepentingan pemilihan.

Lantaran surat tugas itu tidak ditolak langsung oleh panitia pilkades saat pemungutan suara, Kurniadi juga melaporkan panitia tersebut ke Polres Sumenep. Panitia yang dimaksud adalah ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) pada Pilkades Rubaru.

“Panitia pilkades tingkat desa juga kami laporkan, termasuk ketua KPPS,” imbuhnya.

Setelah melapor, Kurniadi mendapat tanda bukti lapor bernomor TPL/B/282/XII/2021/SPKT/Polres Sumenep/Polda Jatim. Dalam laporan itu, perkaranya adalah tindak pidana pemalsuan berupa surat tugas saksi calon kepala Desa Rubaru nomor urut 3.

Kejadian tersebut ditemukan di TPS 1 di Dusun Kombira, RT,002/ RW 001 Desa Rubaru. Dalam surat itu, pihak terlapor atas nama Zulfam Amrozi dan Zainul Hasan. Mereka adalah yang melaksnakan tugas sebagai saksi dengan surat yang ditandatangani oleh orang yang meninggal itu. 

Diketahui, mendiang Rudiyanto merupakan calon petahana. Dia ditetapkan panitia pilkades sebagai calon yang memperoleh suara terbanyak di 8 TPS. Cakades nomor urut 03 itu mendapatkan 1.344 suara, disusul Moh Munandar di nomor urut 02 dengan perolehan 1.005 suara dan Abd Latip di nomor urut 01 yang memperoleh 31 suara.

Reporter: Imam Mahdi 

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *