Cakupan Metode Belajar Ummi Terbatas

  • Whatsapp
KURANG DIMINATI: Disdik Kabupaten Sampang menyebut mayoritas sekolah belum menerapkan metode belajar Ummi, sebab penerapan masih berkutat di sejumlah kecamatan.

Kabarmadura.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang menyebut, mayoritas sekolah dasar (SD) belum mampu menerapkan metode belajar Ummi dalam pembelajaran al-Quran. Pasca diberlakukan medote Ummi pada tahun 2013, hingga saat ini, baru ada 17 lembaga yang menerapkan yang tersebar di enam kecamatan, meliputi Kecamatan Sampang, Camplong, Torjun, Jrengik, Omben dan Kedungdung.

Data Disdik Sampang menunjukkan, terdapat 616 lembaga SD yang tersebar di berbagai daerah. Perincian SD negeri sebanyak 533 dan SD Swasta berjumlah 84. Namun yang sudah menerapkan metode Ummi, baru 17 lembaga pendidikan, sedangkan 599 SD lainnya belum menerapkan.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi mengatakan, memasuki tahun ke-7, penerapan metode Ummi di tingkat SD dalam pembelajaran Al-Quran, mayoritas belum dilakukan.

Kata Mawardi, penerapan metode Ummi dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam membaca, menghafal Al-Quran dan terwujudnya pendidikan karakter siswa. Namun, mayoritas sekolah belum menerapkan, karena banyak faktor, meliputi kesiapan sekolah, kemampuan pemerintah dalam hal pendanaan dan ketersedian tenaga pengajar yang profesional di masing-masing lembaga.

Menurut Mawardi, metode ummi sangat memudahkan, menyenangkan dan menyentuh hati anak-anak dalam memahami materi pelajaran Al-Quran. Karena metode ummi memiliki tahapan yang jelas dan terstruktur, sehingga siswa lebih mudah dalam mencerna pembelajaran dan menghafal Al-Quran.

Penerapan metode Ummi, diyakini memudahkan para tenaga pengajar dan kualitas guru lebih terjamin. Pasalnya, guru pengajar metode ummi direkrut oleh yayasan Ummi Foundation, bukan dari lembaga sekolah.

Dengan demikian, pihaknya tidak bisa memaksa semua SD harus menerapkan metode Ummi. Penerapan metode itu diklaim tidak bersifat mengikat dan memaksa, karena hanya muatan lokal.

”Jika sekolah memiliki kemampuan untuk menerapkan metode ini, maka dipersilahkan, namun jika tidak, sekolah bisa menerapkan metode lain yang dibiayai oleh masing-masing sekolah,” terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri meminta, Disdik lebih tegas dalam menyikapi banyaknya sekolah yang belum menerapkan metode tersebut. mengingat penerapan metode ummi di sekolah dapat memudahkan siswa untuk membaca dan menghafal Al Quran secara baik dan benar.

Namun yang tak kalah penting, penerapan metode ummi itu, diyakini dapat mengubah perilaku atau akhlak siswa dan mencetak siswa yang berprestasi.

Untuk itu, politisi PKB itu berharap, Disdik Sampang bisa mengevaluasi pemaksimalan metode Ummi. Sebab, metode tersebut, sudah terbukti dalam melahirkan siswa SD yang hafal sejumlah juz di Al-Qur an dan memiliki berbagai prestasi lain.

Dengan demikian, pihaknya mendesak Disdik harus bisa mendorong dan memaksimalkan penerapan metode tersebut.

”Kami berharap semua sekolah dapat menerapkan metode ini, maka Disdik harus tegas, untuk mendorong dan menjatuhi sanksi bagi sekolah yang mampu menerapkan namun enggan, metode ummi ini sebagai solusi untuk memperbaiki akhlaq siswa yang mulai tergerus oleh pergaulan bebas,” singkatnya. (sub/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *