oleh

Cakupan Pelayanan di Bawah 80 Persen, PDAM Pamekasan Akui Tidak Wajib Sumbang PAD

Kabarmadura.id/Pamekasan–Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pamekasan, mengklaim tidak wajib menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu lantaran cakupan pelayanan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu di bawah 80 persen

Direktur  PDAM Kabupaten Pamekasan Agus Bachtiar menjelaskan, salah satu syarat PDAM diharuskan menyumbang terhadap PAD apabila cakupan pelayanan PDAM sudah mencapai 80 persen, sementara hingga saat ini cakupan pelayanana PDAM baru mencapai 30 persen.

Tidak hanya itu, dirinya mengatakan sekalipun akan dipaksakan untuk menyumbang PAD, regulasi yang berlaku tetap akan menolak sumbangan itu, bahkan pendapatan yang telah disumbangkan ke PAD harus dikembalikan oleh pemerintah ke PDAM.

“Jadi kami memang tidak wajib bayar PAD, bahkan jika kami bayar itu, harus dikembalikan karena aturannya demikian,” terangnya, Rabu (5/2/2020).

Lebih lanjut Agus menyampaikan, saat ini pihaknya tengah fokus untuk mengembangkan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia air minum itu. Bahkan dirinya mengaku, dalam waktu dekat PDAM akan bekerjasama dengan salah satu perusahaan swasta untuk mengumbangkan produk air minum dalam kemasan Adeni.

Dirinya mengungkapkan, pada bulan Februari ini kontrak dengan salah satu perusahaan penyedia air dalam kemasan itu akan selesai. Pihaknya optimis dengan menggandeng perusahaan profesional, produk air minum dalam kemasan Adeni milik PDAM akan lebih progresif.

“Kontrak belum ditandatangani, tapi kami yakin bulan ini segala sesuatunya akan selesai,” pungkasnya. (km53/pin)

Komentar

News Feed