oleh

Calon Bupati Fauzi Beri Apresiasi Khusus untuk Sesi Debat Berbahasa Madura

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Calon Bupati (Cabup) Sumenep Achmad Fauzi mengapresiasi langkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep yang memperbanyak sesi berbahasa Madura di debat kandidat ketiga, Sabtu (28/11/2020).

Sebagaimana diketahui, pada pentas adu argumen pamungkas tersebut, KPU Sumenep mengatur dua segmen harus berbahasa Madura.

Pada debat kandidat kedua pada Senin (23/11/2020) yang hanya satu segmen. Tepatnya di babak terakhir, kedua paslon saling beradu argumen dengan menggunakan Bahasa Madura.

Berbeda dengan debat kandidat pertama pada Selasa (10/11/2020), KPU Sumenep tidak menerapkan segmen khusus berbahasa daerah itu.

“Debat bahasa Maduranya bahkan lebih banyak sekarang hingga di dua sesi. Ini membuktikan KPU ingin paslon benar-benar menguasai Bahasa Madura tampaknya,” ujar Fauzi setelah keluar dari ruang debat kandidat di Hotel Utami Sumekar, Sumenep, Sabtu (28/11/2020).

Sebelumnya, Komisioner KPU Sumenep Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Rafiki Tanziel memang mengakui, debat dengan menggunakan Bahasa Madura menjadi hiburan bagi di masyarakat. Hal itu yang mendorong di debat kandidat ketiga kembali digunakan.

Debat kandidat kedua mengangkat tema ‘Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Kebangsaan’. Dalah satu sub-temanya ialah kebijakan bidang pencegahan korupsi.

Menurut Fauzi, di debat ketiga sudah saling menunjukkan komitmen untuk mengadang koruptor beraksi di kabupaten paling ujung Pulau Madura itu, serta memiliki strategi khusus.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumenep itu menyampaikan, komitmen tersebut demi Sumenep yang sudah bersih bisa dipertahankan.

“Sama-sama bagaimana Sumenep ke depan yang sudah baik ini diteruskan lebih bersih. Dari tadi juga pembahasannya masalah korupsi,” tutup calon bupati Sumenep nomor urut 1 ini. (idy/waw)

Komentar

News Feed