oleh

Camaba Minta Rapid TestGratis, Setelah Digratiskan Hanya Diminati 15 Orang

Kabarmadura.id/SAMPANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang menggratiskan pemeriksaan rapid test terhadap calon mahasiswa baru (camaba) yang akan mengikutiUjian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (UTBK-SBMPTN). Namun, meski digratiskan, peminatnya justru minim.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi mengatakan, untuk mendapatkan pelayanan yang gratis,camaba harus membawa persyaratan kartu tanda penduduk (KTP) serta bukti pendaftaran UTBK-SBMPTN tahun 2020. Pelayanan itu dibagi dalam dua tahap,tahap pertama mulai 6-8 Juli dan tahap kedua 18-19 Juli 2020.

Rapid testcamaba yang akan mengikuti UTBK-SBMPTN tahun 2020 digratiskan dengan syarat bawa KTP dan bukti pendaftaran UTBK-SBMPTN,” ungkapnya, Rabu (8/7/2020).

Agus meminta kepada mahasiswa untuk ikut andil menginformasikan, karena untuk pelayanan rapid test tahap pertama minim peminatnya. Terdata hanya 15 camaba yang ikut rapid test dengan hasil non reaktif.Terlebih, program ini tidak ada kerjasama dengan organisasi daerah (orda) yang didalamnya banyak mahasiswa dari berbagai kampus.

“Disini tidak ada turan kerja sama dengan orda, beda dengan yang di Surabaya, tapi saya berharap masyarakat juga menginfokan pada yang lain,” pungkasnya.

Sebelumnya, kewajiban menyertakanhasil rapid test bagi camaba saat tes masuk perguruan tinggi, justru banyak dikeluhkan. Sebab, tarif yang dikenakan dinilai sangat mahal. Ditambah lagi, hanya bisa dilakukan di klinik swasta. Sebab, untuk puskesmas serta rumah sakit umum daerah (RSUD), rapid test-nya digunakan untuk screening saja.

Keluhan itu, salah satunya disampaikan Imam Bustomi, mahasiswa asal Sampang yang kuliah di UIN Kalijaga Surabaya. Dikatakan, mahalnya biaya rapid test cukup memberatkan calon mahasiswa.

Bahkan mahalnyu atarif itu berdampak pada banyaknya mahasiswa yang enggan untuk kuliah.Sebab, tidak semua camaba berlatarbelakang orang dengan penghasilan tinggi. Bustomi memintaPemkab Sampang menfasilitasi calon mahasiswa dalam layanan rapid test.

“Seharusnya pemerintah daerah itu menfasilitasi, dengan catatan harus digratiskan seperti di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa timur,” ungkapnya. (mal/waw)

 

Komentar

News Feed