Camat Batang-Batang Minta Maaf Soal Video Viral ‘Curi Sapi Warga yang Enggan Divaksin’

  • Whatsapp
(FOTO: KM/Media Centre) KLARIFIKASI: Camat Batang-Batang Joko Suwarno saat memberikan klarivikasi soal video viralnya.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Mencuatnya potongan video salah seorang camat di Sumenep ke publik melalui media sosial (medsos), sempat membuat geger warga di kabupaten paling timur Pulau Madura ini.

Sebab camat yang diketahui bertugas di Kecamatan Batang-Batang itu ‘meminta’ kepala desa (kades) ‘mencuri’ sapi masyarakat yang tidak mau divaksin.

Dalam potongan video berdurasi 30 detik itu, Camat Batang-Batang, Joko Suwarno, sedang berbicara dalam forum rapat koordinasi dengan pemerintah desa yang dihadiri sejumlah kepala desa dan sekretaris desa di Kecamatan Batang-Batang.

“Kalebunnya (kadesnya) takut dengan masyarakat. Tako’ ta’ epele pole (takut tidak dipilih lagi) 2025 atau 2026. Itu kan masih lama. Kalebun punya kartu as. Punya (kartu?) sakti. Keco’ sapena (curi sapinya), cakna (kata) bupati, sampai begitu. Keco’ sapena mon oreng se ta’ endha’ evaksin (curi sapinya yang tidak mau divaksin)…” Demikian pernyataan Camat dalam video tersebut.

Setelah potongan videonya viral, Joko Suwarno akhirnya angkat bicara dan meluruskannya. Menurutnya, video tersebut diambil saat rapat terkait percepatan vaksinasi pada Jumat (13/8).

Joko menjelaskan, video tersebut sudah mengalami editan. Sebab video yang beredar tidak utuh.

“Yang viral itu editan semua. Kalau dari awal, paling tidak, kan saya mengucapkan salam dan seterusnya. Tahu-tahu dipotong di tengah, kemudian ada lagi di belakang,” jelasnya, Minggu (15/8/2021).

Sebagai camat, Joko menegaskan, tidak mungkin dirinya meminta kades mencuri sapi warga yang tidak mau divaksin. Sebab sama sekali tidak terbesit di benaknya untuk menyuruh kades mencuri sapi warga yang enggan divaksin.

Dikatakan, saat itu dirinya memang menekankan agar ada percepatan vaksinasi di Kecamatan Batang-Batang dan meminta para kades supaya bekerja lebih maksimal supaya warganya mau divaksin.

“Karena yang saya tahu, kalau di desa, pak kalebun (kades) memiliki cara. Buktinya, hampir setiap kejadian di desa larinya ke kades. Ada orang sakit ke pak kalebun. Ada kasus pencurian, juga (melapornya) ke pak kalebun,” paparnya.

Selebihnya, atas kejadian viralnya video tersebut, ia juga meminta maaf kepada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi. Dia mengakui sama sekali tidak ada niatan membawa-bawa nama bupati dalam pernyataannya.

Mohon maaf Pak Bupati. Yang jelas video itu editan. Tidak utuh. Sekali lagi mohon maaf. Yang jelas tujuan dari rapat itu adalah bagaimana progres vaksinasi di Kecamatan Batang-Batang bisa meningkat,” imbuh Joko.

Sementara Sekdes Nyabakan Barat, Jamil, selaku orang mengambil video pada saat rapat koordinasi tersebut mengaku hanya mengirimkan video tersebut ke grup Satgas Covid-19 Kecamatan Batang-Batang dan Sekdes Batang-Batang, melalui aplikasi pesan.

Dikatakan Jamil, video yang dikirimkan dirinya ke dua grup WhatsApp tersebut masih utuh. Tidak hanya berdurasi 30 detik, melainkan berdurasi 7 menit lebih.

“Video yang saya kirim berdurasi 7,24 menit,” pungkasnya.

Ketua Paguyuban Camat se-Sumenep, Madura, Farid turut angkat bicara soal viralnya video tersebut. Menurutnya, Bupati Achmad Fauzi tidak pernah menyampaikan atau memberikan arahan kepada camat yang kontra produktif itu.

“Tidak pernah bapak bupati memberikan arahan atau menyampaikan kepada kami, para camat, hal-hal seperti itu. Tidak ada,” katanya.

Camat Pasongsongan itu menyampaikan, dirinya bersama camat lainnya sering melakukan rapat koordinasi bersama bupati, baik terkait pelaksanaan PPKM maupun program vaksinasi.

“Tapi dari beberapa kali rapat koordinasi, tidak pernah bapak bupati memberikan arahan seperti it, dan tidak mungkin seorang pimpinan akan memeberikan arahan seperti itu. Apa yang saya sampaikan ini, bisa dikonfirmasi kepada teman-teman camat yang lain,” imbuhnya.

Camat Rubaru, Arif Susanto menambahkan, tidak pernah mendengar atau mendapat arahan seperti yang disampaikan camat Batang-Batang. “Tidak ada. Bapak Bupati tidak pernah menyuruh atau memerintahkan kami melakukan hal-hal seperti itu,” ungkapnya.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi juga angkat bicara mengenai potongan video yang viral di media sosial itu. Merespons hal itu, Bupati Fauzi memastikan dirinya tidak pernah memerintahkan hal seperti yang disampaikan camat Batang-Batang dalam potongan video viral tersebut.

“Saya pastikan tidak pernah menyuruh hal tercela seperti itu demi menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Vaksinasi memang penting, tapi untuk menyukseskannya tidak bisa dilakukan dengan cara tidak baik,” tegasnya.

Pihaknya akan terus berupaya agar program vaksinasi Covid-19 berjalan sesuai harapan. Tentu dengan cara-cara yang dapat dibenarkan. Baik dari sisi etika sosial maupun hukum formal.

“Kami tidak mungkin menggunakan cara-cara yang dapat merugikan masyarakat itu untuk menyukseskan vaksinasi. Tujuan baik harus dicapai dengan cara yang baik pula,” kata dia, menegaskan.

Sementara berkaitan dengan video viral berudrasi 30 detik, dan menyeret dirinya, Bupati Fauzi mengaku akan mengklarifikasinya kepada yang bersangkutan.

“Tapi poin yang ingin saya sampaikan, saya tidak pernah menyampaikan hal seperti di dalam video yang viral itu untuk menyukseskan vaksinasi. Bisa dicek ke Camat yang lain,” tegasnya. (*/ong/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *