oleh

Camat Sepulu Didesak Selesaikan Konflik Pembentukan BPD

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Pembentukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Klapayan Kecamatan Arosbaya masih menuai konflik. Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan memanggil pihak sejumlah pihak untuk meminta keterangan terkait permasalahan tersebut. Selasa, (20/10/2020).

Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Mujibburrahman mendesak, agar Camat Sepulu bisa menyelesaikan permasalahan pembentukan BPD di Desa Klapayan. Ia tidak ingin permasalahan itu dibiarkan tanpa ada penyelesaian. Sebab apabila dibiarkan kondisi itu rawan menjadi pemicu konflik yang berkepanjangan.

“Kami minta klarifikasi dari camat yang sebelumnya ada audiensi dari komunitas pemuda Klapayan yang merasa dirugikan,” ujarnya.

Menurut politisi dari Partai Gerindra ini, pihaknya ingin memfasilitasi permasalahan tersebut dan ingin mendengarkan klarifikasi dari kedua belah pihak. Agar kedepannya kondusifitasnya tetap terjaga. Sedangkan, semua keputusan atas konflik itu dikembalikan kepada pihak kecamatan.

“Kami mintanya camat memberikan ruang kepada kedua belah pihak, baik yang merasa dirugikan dan tidak. Agar tidak ada riya-riya yang bisa menimbulkan tidak bagus,” terangnya.

Kata dia, pihaknya tidak akan memberikan rekomendasi atas permasalahan itu. Semuanya dikembalikan pada camatnya. Kedepan, pihaknya akan memanggil kembali secara lengkap baik kepala desa yang bersangkutan beserta camatnya.

“Sudah kami panggil kepala desanya, tapi tidak hadir karena izin sakit,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Sepulu Abdul Hadi menjelaskan, bahwa permasalahan tersebut adanya kesalahpahaman dalam berkomunikasi antara kepala desa dengan para pemuda di Desa Klapayan. Pihaknya akan memanggil kedua belah pihak agar bisa diselesaikan secara baik-baik.

“Kalau pemilihan ulang kembali, saya rasa bisa tertinggal dengan desa lain,” terangnya.

Untuk itu, dia akan menindaklanjuti mengenai aduan itu. Kronologisnya sendiri, permasalahan tersebut dimulai dari pemilihan BPD yang dinilai tidak transparan. Maka dari itu pihaknya akan merembukkan antara para pemuda dan perangkat desa terkait.

“Secepatnya akan kami rembukkan, dan yang jelas permasalahan ini akan dicarikan solusi terbaik,” tandasnya. (ina/mam)

Komentar

News Feed