Capaian Distribusi Bansos Kemensos di Bangkalan Jauh dari Target

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) DIPERIKSA: Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan Jaminan Sosial Sukardi menunjukkan beras bantuan sosial (bansos) untuk mengetahui secara pasti mengenai kualitasnya.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Realisasi bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) masih jauh dari target yang telah ditentukan. Yakni, sebanyak 3 ribu keluarga penerima manfaat (KPM). Sedangkan saat ini, distribusi bansos tersebut masih mencapai 430 paket. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Wibagio Suharta melalui Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan Jaminan Sosial Sukardi, Rabu (11/8/2021).

Menurutnya, selama dua pekan pendistribusian bansos berupa beras akan terselesaikan. Sebab, untuk realisasinya dilakukan secara bertahap. Saat ini, masih proses pemadanan dengan beberapa program lainnya. Seperti, keluarga harapan (PKH), bantuan sosial tunai (BST), bantuan pangan non tunai (BPNT) dan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD).

Dia menuturkan, penerima merupakan masyarakat yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro level 4. Ketentuannya,  KPM yang menerima tidak boleh tercatat sebagai penerima bantuan lain.  Sedangkan, realisasi 430 paket bansos yang 10 kilogram (Kg) beras tersebar di empat desa Kecamatan Galis. Yakni, Desa  Lantek Timur, Banyuputih, Pekadan dan Galis.

“Pendistribusian dimulai sejak Jumat (6/8/2021) lalu bersamaan dengan safari Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. Setiap desa, kami jatah kurang lebihnya 100 paket beras,” tuturnya.

Terpisah, Tim Koordinasi Bansos Pangan Dinsos Bangkalan Mahmudi Ibnu Khotib mengatakan, usai dilakukan sidak oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Dardak Rabu (4/8/2021) lalu, bansos langsung dikirim ulang pada sore hari. Bahkan, telah melakukan kroscek langsung beras pengganti yang sebelum tidak layak konsumsi.

“Langsung dua truk diganti dan alhamdulillah berasnya langsung kami cek, bagus. Bupati langsung merespon dan mendistribusikan kepada masyarakat yang terdampak PPKM,” ucapnya.

Mahmudi mengaku, sudah mewanti-wanti Dinsos agar mengantisipasi adanya beras berkualitas buruk. Salah satu alternatifnya, harus selektif menerima bantuan. Baik dari Kemensos, maupun pihak ketiga atau dari Pemprov Jatim. “Ketika bantuan datang, langsung cek. Apakah itu layak dikonsumsi atau tidak. Karena dalam kondisi wabah seperti ini, jangan sampai memberikan bantuan yang tidak layak konsumsi,” sarannya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *