Capaian PAD Bangkalan Semester Pertama Anjlok

  • Bagikan
KURANG OPTIMAL: Capaian target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bangkalan perlu peningkatan enam bulan ke depan di tahun 2021.

KABARMADURA.ID;BANGKALAN- Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bangkalan masih jauh dari target. Memasuki enam bulan atau satu semester, angka persentase ketercapaian masih mencapai 33 persen. Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan Ismet Efendi melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan  Pajak dan Retribusi II Yenny Repliyanti, Kamis (1/7/2021).

Menurutnya,  kondisi target PAD tahun 2021 anjlok. Sebab, pencapaianya sangat minim jika dibandingkan dengan tahun 2020 lalu. Target PAD di tahun 2020 lalu, per enam bulan sudah hampir mendekati 50 persen . Sedangkan di tahun 2021 masih mencapai 33 persen atau sekitar Rp86 miliar dari total target PAD tahun 2021 sebesar Rp262 miliar. Sehingga, kurang sekitar Rp176 miliar dengan sisa enam bulan ke depan.

“Bisa saya katakan tahun ini memang sangat turun drastis atau anjlok. Target ini masih jauh, dan target ini juga terkumpul dari semua OPD yang ada di Bangkalan,” ujarnya.

Yenny menyebutkan, ada 8 organisasi perangkat daerah (OPD) dengan target masih dibawah 30 persen. Bahkan, masih ada yang di bawah 10 persen. Sehingga, setiap OPD nantinya harus melakukan upaya yang solutif agar target bisa tercapai. “Banyak yang jauh di bawah persentase dan perlu ditingkatkan untuk menutupi kekurangan,” kesalnya.

Pihaknya menegaskan, kondisi pandemi memang membuat banyak sumber pendapatan OPD menurun drastis. Sehingga, untuk menemukan solusi pemerintah akan merancang kembali peninjauan anggaran keuangan (PAK). Sehingga, target bisa disesuaikan. “Kami masih merancang untuk PAK, tapi belum final kapan akan dilaksanakan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Bangkalan Moh Rokib meminta agar semua OPD bisa memaksimalkan berbagai kesempatan untuk tetap bisa mencapai target PAD. Hal itu dilakukan dengan menjaga keselamatan dan protokol kesehatan. “Masih ada waktu, mari dimaksimalkan, mari cari solusi,” responnya.

Baca juga  Covid-19, Kemenag Perpanjang Waktu Pelunasan BPIH

Rokib tidak ingin jika OPD menunggu dan mengentengkan target. Sebab, ada kesempatan untuk melakukan di PAK.  Jika nantinya, target yang seharusnya naik malah turun akan membuat banyak kerugian. “Saya kira, PAK ini solusi akhir dan jangan sampai ketergantungan pada ini,” tukasnya.  (hel/ito)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan