Capaian PAD Sektor Pasar di Sampang Minim

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUBHAN) TERANCAM: Target pendapatan asli daerah (PAD) di sektor Pasar Tradisional di Kabupaten Sampang masih jauh dari target yang ditentukan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Merebaknya wabah Covid-19 menjadi alasan utama untuk mencapai target perolehan pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari jasa retribusi pasar tradisional sebesar Rp6,4 miliar. Sebab, hingga triwulan II tahun anggaran berjalan 2021, realisasi penerimaan PAD Pasar Tradisional masih sekitar 39 persen atau senilai Rp2,5 miliar.

Salah satu penyebabnya, akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di tengah merebaknya wabah Covid-19. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Sampang Suhartini Kiptiati melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Moh. Rosul, Selasa (24/8/2021).

Bacaan Lainnya

“Rendahnya realisasi PAD pasar ini, lantaran wabah Covid-19. Per bulan Juli kemarin, realisasi PAD pasar sekitar 39 persen atau senilai Rp2,5 miliar dari total target Rp6,4 miliar,” kelitnya.

Meski demikian, Rosul mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mendorong pencapaian PAD. Sebab, masih menjalankan PPKM. Sehingga, banyak pedagang di sejumlah pasar yang memilih tidak berjualan. Bahkan, hampir di semua pasar jumlah pengunjung berkurang. Utamanya pada saat PPKM. Sehingga, secara otomatis berdampak terhadap penerimaan retribusi.

“Kami tidak bisa memaksa para pedagang untuk bayar retribusi tepat waktu, karena pendapatan mereka merosot. Khususnya selama PPKM ini dan kondisi semua pasar tidak seramai dulu,” paparnya.

Dia membeberkan, untuk realisasi PAD pasar terendah di Pasar Hewan Kecamatan Omben dengan target Rp160 juta. Saat ini, baru terealisasi 13 persen atau senilai Rp21 juta. Sedangkan, untuk Pasar Tradisional lainnya relatif sudah mencapai rata-rata 30 persen dari target.

Ia mengaku, belum melakukan inovasi dan upaya apapun untuk bisa menggenjot pencapaian PAD pasar.  Namun, rutin melakukan evaluasi terkait kendala dari masing-masing Pasar Tradisional. “Sekarang masih PPKM, jadi kami belum bisa melakukan upaya apapun untuk memaksimalkan PAD ini, masih sebatas evaluasi saja, nunggu selesai pembatasan ini dulu,” dalihnya.

Sementara itu, Koordinator Pasar Srimangunan Sampang Misnaki Suroso menguraikan, selama PPKM aktivitas perekonomian masyarakat di pasar yang tersebar di Kabupaten Sampang mengalami penurunan, jumlah pengunjung berkurang dan sebagian pedagang juga tidak berjualan.

“Yang sangat terasa dampaknya, pasca adanya kebijakan yang mewajibkan para pengunjung dan pedagang agar mengantongi kartu vaksin untuk bisa masuk ke kawasan pasar ini,” bebernya. (sub/ito)

Data Capaian PAD Sektor Pasar

  • Target Rp6,4 miliar
    • Tercapai Rp2,5 miliar

Kendala Minimnya Capaian

  • Pemberlakuan PPKM
    • Banyak pedagang enggan berjualan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *