Capaian Pajak Cafe dan Resto di Bangkalan Rendah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) KEJAR TARGET: Pajak cafe dan resto serta pasar modern di Kabupaten Bangkalan masih jauh dari target.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN -Pencapaian target pajak cafe dan resto serta pasar modern di Kabupaten Bangkalan belum mencapai target. Bahkan, masih kurang sebesar Rp10 miliar untuk mencapai target Rp33 miliar. Sedangkan capaian pajak per September, masih sekitar Rp23 miliar. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pajak dan Retribusi 3 Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bangkalan Erni Mardiyani, Kamis (21/10/2021).

Menurutnya, perlu adanya kerja ekstra untuk memenuhi target pajak cafe dan resto, sebagai peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Sedangkan salah satu kendala yang mengakibatkan pendapatan dari sektor pajak cafe dan resto cukup seret, tidak lain akibat adanya pandemi Covid-19. Sehingga target sebesar Rp33 miliar cukup tinggi di masa pandemi.

“Banyak kekurangan yang harus kami kejar, apalagi angkanya miliaran. Apalagi di masa pandemi ini, pendapatan cafe dan resto juga mengalami penurunan drastis akibat tidak beroperasi. Kondisi inilah yang mengakibatkan para pemilik usaha tidak bisa membayar pajak,” ujarnya.

Pihaknya memaparkan, capaian sebesar Rp10 miliar merupakan hasil kinerja yang cukup luar biasa di masa pandemi. Sebab, meski kondisinya sangat sulit menarik pajak dari para pengusaha, para pegawai tetap melakukan pendekatan dan penarikan mulai pertengahan tahun 2021. “Kami juga mengambil start lebih awal, karena kami khawatir jika telat menagih akan semakin jauh dari ketentuan target pajak cafe dan resto,” paparnya.

Dia berjanji, kedepan akan mengupayakan untuk mengumpulkan pelaku usaha, jika memang kesulitan dan tidak mampu mencapai target. Sehingga tetap akan maksimal sesuai kemampuan penagihan pajak cafe dan resto. “Insyaallah kami akan tetap berupaya seoptimal mungkin untuk memenuhi kekurangan target ini. Tentunya sesuai kemampuan kami dalam situasi pandemi yang tidak kunjung berakhir,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B Rokib mengatakan target PAD pajak harusnya bisa maksimal. Bahkan bila perlu, ada penambahan target. Sebab sudah beberapa bulan setelah normal kembali, banyak pelaku usaha yang sudah membuka dan ramai dikunjungi pelanggan. Selain itu, perlu adanya pemasangan tapping box sebagai alternatif untuk mengetahui sedikit atau banyaknya keuntungan yang diperoleh pengelola dari pengunjung yang datang.

“Kalau bisa harus tercapai, karena ini kan sebenarnya sudah cukup kecil. Perlu juga kembali memasifkan tapping box, karena alat ini merupakan peluang untuk efektivitas pencapaian PAD dari sektor pajak,” sarannya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *