Capaian Pengerjaan Proyek DAK SD di Bangkalan 80 Persen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) DIKEBUT: Pembangunan infrastruktur sekolah yang menggunakan DAK 2021 sebagian masih ada yang belum selesai. Menjelang akhir tahun pengerjaan yang belum selesai harus segera dikebut.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur sekolah yang menggunakan dana alokasi khusus (DAK) 2021 belum sepenuhnya rampung. Sejumlah sekolah masih pada tahapan penyelesaian. Berdasarkan catatan di Dinas Pendidikan Bangkalan untuk pengerjaan proyek pada sekolah dasar (SD) masih belum mencapai 100 persen. Sementara untuk sekolah menengah pertama (SMP) pengerjaannya diperkirakan sudah selesai dengan persentase 90 persen.

Salah satu operator SMP di Kabupaten Bangkalan dengan inisial RM menyampaikan, dirinya sebagai salah satu penerima DAK fisik tahun 2020 mengaku tidak menerima dana sesuai dengan yang dibutuhkan. Sehingga pembangunan dan penggunaan dana tersebut tidak maksimal.

Bacaan Lainnya

“Jumlah yang seharusnya kami terima ini tidak sesuai, makanya kadang kebutuhan tidak bisa dipenuhi,” ungkapnya.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Bangkalan Jufri Kora menjelaskan, proses pembangunan infrastruktur sekolah menggunakan DAK 2021 untuk SMP sudah mencapai sekitar 90 hingga 100 persen. Hanya tinggal penyelesaian di SMPN 3 Geger saja.

“Semuanya sudah selesai, hanya tinggal di SMPN 3 (Geger) saja yang butuh sedikit penyelesaian,” katanya.

Jufri juga menyebutkan, pembangunan di semua sekolah sudah selesai. Hanya tinggal pembersihan dan juga nanti menunggu masa pemeliharaan selama 6 bulan ke depan.

“Masih ada masa pemeliharaannya selama 6 bulan,” ulasnya.

Kata Jufri, meskipun dalam masa pemeliharaan, sekolah sudah boleh menggunakan gedung baru tersebut. Hanya saja diimbau lebih hati-hati dan lebih menjaga kebersihan dan kualitas bangunan.

“Karena masih baru, sekolah yang mau menggunakan diminta lebih hati-hati,” ucapnya.

Diakui Jufri, pihaknya selalu melakukan pengawasan terhadap proses pembangunan. Sehingga dipastikan pengerjaanya sesuai dengan petunjuk teknis (juknis).

“Kami selalu melakukan pengawasan, agar kualitas gedung tetap terjamin baik,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Bangkalan Dewi Ega menyampaikan, pelaksanaan pembangunan dari  DAK tahun ini masih berlangsung. Ada sejumlah sekolah yang masih belum selesai dibangun, serta sebagian masih dalam proses penyelesaian.

“Ada beberapa yang masih belum selesai, tapi kita masih punya waktu satu bulan lagi,” ucapnya.

Ega menyebutkan, proses pengerjaan sudah hampir selesai dilakukan. Sesuai surat perintah kerja (SPK) pengerjaan proyek itu ditarget 150 hari atau 5 bulan. Dijelaskannya, SPK itu sudah keluar sejak bulan Juli lalu. 

“Sekarang sudah dalam masa pengerjaan, nanti kita lihat saja akhir tahun,” singkatnya.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan menegaskan, agar pengerjaan pembangunan gedung infrastruktur sekolah yang menggunakan DAK bisa selesai tepat waktu. Pihaknya tidak ingin waktu pengerjaan labrak deadline dan ada sistem pengejaan kebut semalam.

“Harus tepat waktu, kualitasnya juga harus baik, jangan main-main dengan anggaran negara,” singkatnya.

Data Anggaran DAK Fisik SMP 2021

SMPN 1 Burneh Rp1.397.275. 800.

SMPN 3 Geger Rp2.038.230.300.

SMPN 3 Kokop Rp182.881.200.

SMPN 3 Tanah Merah Rp2.938.512.800.

SMPN 2 Kamal Rp767.752.500.

Total Rp7.708.001.000.

Persentase pengerjaan 90-100 persen.

Data Penerima DAK Fisik SD 2021

Jumlah Proyek 43.

Jumlah sekolah yang disasar 34 sekolah.

Lama pengerjaan 150 hari.

Anggaran Rp12 miliar.

Persentase pengerjaan 80 persen.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *