Capaian Realisasi Empat Proyek Irigasi di Sumenep Rendah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BELUM TUNTAS: Pengerjaan empat proyek irigasi di Sumenep perlu dioptimalkan, mengingat sudah masuk penghujung tahun 2021.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Capaian pengerjaan empat proyek irigasi masih 50 persen. Sedangkan sisa waktu sudah tinggal 15 hari kerja. Sehingga dikhawatirkan realisasi pekerjaan tidak tuntas. Bahkan akan berdampak pada kualitas pekerjaan jika terdesak target penyelesaian. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Sumenep Dulsiam, Rabu (1/12/2021).

Sehingga pihaknya berencana memanggil Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Manusia (PU-SDA) untuk memastikan progres pengerjaan empat paket proyek tersebut. Terlebih mengupas tentang kualitas dari pekerjaan irigasi. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi.

Bacaan Lainnya

“Yang menjadi harapan kami, semua proyek infrastruktur bisa tuntas di akhir tahun 2021 dengan kualitas bagus. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan program yang dianggarkan pemerintah. Termasuk proyek irigasi yang saat ini masih rendah dalam hal capaian pengerjaan,” ujarnya.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), perlu evaluasi kinerja terhadap Dinas PU-SDM dari segi pengawasan, serta percepatan pengerjaan. Sebab, mengingat capaian progres pengerjaan masih rendah. “Jika tidak mampu menyelesaikan, maka wajib diputus kontraknya. Karena kami khawatir pekerjaan yang tergesa-gesa lantaran deadline target sudah bisa dipastikan kualitasnya buruk,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU-SDA Sumenep Chainur Rasyid melalui Kepala Bidang (Kabid) Irigasi Dedi Falahuddin mengakui, capaian proyek irigasi masih rendah. Salah satu kendalanya, akibat faktor cuaca. Yakni, intensitas hujan yang sering melanda lokasi pengerjaan cukup berdampak terhadap realisasi irigasi.

“Terkadang berhenti bekerja jika mendadak turun hujan. Jadi kami akan memaksimalkan sisa waktu ini untuk menyelesaikan pekerjaan,” responnya.

Namun secara umum, pihaknya optimis pekerjaan irigasi akan selesai sesuai target yang sudah ditentukan. Bahkan sudah menyiapkan langkah tegas sesuai ketentuan, sebagai antisipasi molornya pengerjaan. Yakni, denda terhadap kontraktor 1/1.000 dari nilai kontrak. “Jika nanti diberi waktu tambahan tetap tidak selesai, maka akan kami putus kontrak kerjanya,” tegasnya.

Sekedar diketahui, empat paket proyek irigasi tersebar di tiga kecamatan. Masing-masing Desa Arjasa dan Angon-Angon Kecamatan Arjasa, Desa Bantelan Kecamatan Batuputih dan Desa Kebonagung Kecamatan Kota. Setiap paket proyek dianggarkan Rp183 juta. Total anggaran mencapai Rp732 juta.  “Insyaallah kami akan senantiasa siap menerima valuasi, karena semua pekerjaan tidak luput dari kesalahan serta kendala,” jelasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Totok Iswanto

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *