Capaian Vaksinasi di Bawah 60 Persen, Pilkades Serentak Sumenep Belum Bisa Digelar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) BUPATI SUMENEP: Achmad Fauzi

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Capaian vaksinasi masih di bawah 60 persen, mempengaruhi kepastian pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Sumenep. Karena tidak bisa dilaksanakan pilkades serentak sebelum melebihi 60 persen.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep sempat mengajukan permohonan percepatan pelaksanaan pilkades ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), namun tidak ada jawaban.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengakui, pelaksanaan pilkades serentak harus dipertimbangkan secara matang. Setidaknya agar tidak ada polemik.

“Saya sudah sampaikan ke penjabat (Pj) kepala desa, jika ingin pilkades ini segera dilaksanakan, ayo gencarkan vaksinasi,” katanya, Senin (27/9/2021).

Sekretaris II Tim Satgas Covid-19 Sumenep Abd Rahman Readi menjelaskan, jika capaian vaksinasi masih di bawah 60 persen, maka otomatis tidak bisa dilaksanakan pilkades serentak.

“Ada pembatasan masih pada aktivitas masyarakat jika capaian masih terus minim. Minimal harus di atas 50 persen, termasuk rekomendasi pelaksanaan pilkades,” papar Rahman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep M Ramli menjelaskan, hasil koordinasi dengan Kemendagri, untuk Sumenep sudah diperbolehkan melaksanakan pilkades serentak. Namun dengan beberapa catatan yang berhubungan dengan protokol kesehatan (prokes).

”Jawabannya Sumenep diperbolehkan melaksanakan pilkades secara serentak, tetapi dengan beberapa persyaratan atau ketentuan yang diberlakukan,” kata mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep itu.

Ketentuan itu di antaranya, daerah yang boleh menggelar pilkades harus penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. Sementara di Sumenep sudah memenuhi itu. Tetapi masih ada syarat lain yakni pencapaian percepatan program vaksinasi dan ketat prokes di setiap tempat pemungutan suara (TPS).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono menyebut, hingga hari ini, capaian vaksinasi di kabupaten berjuluk Kota Keris ini masih sekitar 24 persen. Pihaknya meminta semua lapisan masyarakat agar mendukung penuh program vaksinasi.

“Upaya kami sudah dimaksimalkan dengan bekerjasama dengan tokoh agama dan pesantren-pesantren, termasuk dari TNI dan kepolisian,” papar Agus.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam, Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *