Capaian Vaksinasi Empat Kabupaten di Madura Terendah se-Jatim

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) RENDAH: Capaian vaksinasi di Bangkalan masih terendah di Jawa Timur, namun tertinggi di Madura.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Kendati terus menggenjot vaksinasi, capaian di Bangkalan baru 18,12 persen. Jika dirangking, capaian vaksinasi Kabupaten Bangkalan menduduki urutan 35 dtingkat kabupaten atau kota di Jawa Timur (Jarim). Sehingga terhitung terendah di Jatim yang memiliki 38 kabupaten dan kota.

Selama ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan masih kesulitan mencari masyarakat yang mau divaksin.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinkes Bangkalan Sudiyo mengatakan, meski menjadi urutan nomor empat terendah di Jatim,  dibandingkan dengan tiga kabupaten lainnya di Madura, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, Bangkalan merupakan kabupaten dengan capain vaksin tertinggi.

“Secara umum, kami memang termasuk terendah di Jatim, tapi tidak menjadi kabupaten dengan capain terendah. Masih menduduki nomor empat terbawah,” terangnya.

Meski saat ini capaiannya cenderung terendah, dia yakin data tersebut akan terus berjalan setiap harinya dan bisa mengangkat capaian vaksinasi di Bangkalan tidak menjadi terendah di Jatim lagi.

Untuk mencapai 100 dosis di Bangkalan, menurut Yoyok (sapaan akrabnya) lebih mudah mencari masyarakat 10 ribu di Jawa untuk divaksin. Karena begitu sulitnya  mencari sasaran yang efektif untuk divaksin.

Namun, kesulitan tersebut merupakan tantangan baginya. Sampai saat ini sudah ada 217 ribu masyarakat yang sudah tervaksin, baik vaksin dosis satu, dua dan tiga.

“Saat ini, vaksin kami sebenarnya lebih, kemarin kami sudah upayakan bersurat ke gubernur untuk tambahan vaksin. Dan itu langsung dikirim, juga ada tambahan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” papar mantan kepala Puskesmas Blega tersebut.

Disinggung mengenai minimnya capaian vaksinasi ini apakah ada keterbatasan vaksinator untuk menjangkau masyarakat yang ada di pelosok, Yoyok menuturkan, sejauh ini vaksinator di Bangkalan sudah terbilang cukup. Sebab di urusan kesehatan (urkes), setiap puskesmas ada lima tim, di pos kesehatan (loskes) ada satu tim dan di Dinkes ada 9 tim.

“Jika kami lakukan vaksin serentak, bisa menghabiskan sekitar 15 ribu hingga 16 ribu vaksinasi dalam sehari, karena tenaga kami masih mumpuni,” ungkapnya.

Menanggapi capaian vaksinasi yang terbilang masih rendah se-Jatim, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron meminta agar Aliansi Kepala Desa (AKD) Bangkalan bisa melakukan sosialisasi agar warganya mau di vaksin.

“Kami sekali lagi minta bantuan AKD untuk ikut membantu menyampaikan vaksinasi di desa ini aman dan halal. Sebab kemana-mana masyarakat ini akan ditanya apakah sudah vaksin atau belum, minimal dosis pertama,” tukasnya.

 

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *