Cara Didik Kepala SMPN 1 Sampang Lahirkan Siswa Prestasi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) BERKARAKTER: Cara Teguh Suparyanto dalam mengelola SMPN 1 Sampang hingga menghasilkan siswa berprestasi dilakukan dengan cara sabar, komitmen dan punya target.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Dalam mempertahankan prestasi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Sampang, Teguh Suparyanto membuka kunci yang selama ini dipegangnya dengan teguh. Yakni menanamkan komitmen untuk menggapai target yang disiapkan.

Komitmen tersebut, semata-mata hanya untuk kemajuan sekolahnya. Atas komitmen tersebut, selama menjabat sebagai kepala sekolah, SMPN 1 Sampang  berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional.

Bacaan Lainnya

Memimpin SMPN 1 Sampang sejak 2015, sudah banyak menciptakan siswa-siswi berprestasi. Mulai dari tingkat pembelajaran tahfidz Alquran, matematika dan lainnya.

Prestasi itu antara lain diraih siswanya bernama Syakira Amalia pada 11 Maret 2021.  Syakira meraih juara 3 perlombaan Matematika, Fisika, Biologi dan Bahasa Inggris atau Amfibi Plus 2021 yang dilaksanakan oleh SMAN 3 Pamekasan.

Tiga hari kemudian, atau 13 Maret 2021, Syakira Amalia juga meraih juara 1 lomba Enchase Championship Matematic yang digelar Lembaga Pendidikan Sabililah Sampang.

Kemudian pada ajang Phytagoras yang dilaksanakan oleh SMAN 1 Pamekasan pada 14 Maret 2021, Syakira meraih juara 2 bidang matematika. Di tingkat Jawa Timur, pada tahun 2020 lalu, Syakira Amalia meraih juara 3 kompetisi matematika di SMAN 9 Surabaya.

Tidak hanya itu, Teguh Suparyanto juga membawa SMPN 1 Sampang  meraih juara 1 gerak dan lagu anak 2020 tingkat kabupaten, juara 3 lomba pramuka regu putri dan masih banyak prestasi lain seperti tahfidz alqur’an 30 ju.

Pada tahun ini, SMPN 1 Sampang juga akan maju ke ajang Adiwiyata Sekolah Mandiri. Kini sedang mempersiapkan persiapannya.

“Harus punya komitmen dan target untuk memajukan sekolah itu. Dan alhamdulillah SMPN 1 Sampang ini menjadi sekolah rujukan,” tutur Teguh Suprayanto kepada Kabar Madura, Kamis (22/4/21).

Sekolahnya juga menjadi lokasi studi banding salah satu sekolah dari Kalimantan. Mereka belajar terkait pembelajaran Alqur’an di sekolah negeri. Sebab, SMPN 1 Sampang sudah menerapkan hal itu.

“Datang ke sini, bagaimana memadukan kurikulumnya. Padahal di situ cuma butuh mengintegrasikan saja dengan struktur kurikulumnya. Yang biasanya pulang pukul 13.00, menjadi pulang pukul 13.30, itu saja” imbuh Teguh.

Dalam bidang teknologi, sekolah yang beralamat di Jalan Wijaya Kusuma Sampang tersebut juga berhasil menciptakan perpustakaan digital yang bekerja sama dengan penerbit buku, sehingga semua buku bisa diakses dari luar perpustakaan.

Selain itu, untuk menciptakan pembelajaran basis digital yang sebelumnya menjadi target. Dengan adanya Covid-19 bisa terlaksana. Dalam pelaksanaannya, sekolah menyediakan 300 unit tabloid dan laptop.

Dengan tabloid itu, siswa yang tertinggal pelajaran bisa mengikuti di hari berikutnya. Materinya sudah disediakan dan ketika dijawab, secara otomatis terkoneksi ke server.

“Untuk perpus ada digital ada non digital. Target kami kedepan semuanya secara digital, cuma perlahan menyesuaikan dengan keadaan,” bebernya.

Dala menyikapi siswa yang nakal, dia menegaskan bahwa emosiaonal siswa SMP sangat tinggi. Sehingga guru harus lebih bijak dan lebih dewasa, bukan membentak atau memukul. Tetapi sesuaikan dengan kemauannya, sehingga siswa akan merasa dan berubah sendiri.

“Guru itu kan sudah dewasa, pasti lebih bijak untuk mengatasi anak. Jadi, harus bisa memahami anak, nanti anak itu dengan sendirinya punya rasa malu dan takut. Tapi, jangan pula membentak dan memukuli, karena akan berdampak pada fungsi otak,” pungkasnya. (mal/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *