oleh

Cara Ihkhlasnya Komunitas Peduli Kucing Jalanan, Sempat Diminta Suntik Mati Kucing yang Terluka Parah

KABARMADURA.ID – Jangan coba-coba merawat kucing jika tidak mau merawatnya. Begitulah kira-kira pesan Ketua Komunitas Peduli Kucing Bangkalan, Rehan, kepada Kabar Madura.

FAIN NM, BANGKALAN

Namun tidak semua orang bisa menyukai kucing. Itulah yang membuatnya mendirikan Komunitas Peduli Kucing pada 2 Oktober 2020 lalu, meski sebenarnya sudah ada sejak 2016. Anggotanya saat ini sudah mencapai 719 orang.

“Awalnya iseng-iseng aja, ada sekitar empat teman yang prihatin terhadap kucing area Bangkalan, khususnya kucing ras jalanan,” katanya, Minggu (4/5/2021).

Aktivitasnya merawat dan memberi makan kucing jalanan, namun tidak menampung yang sehat. Saat ini fokus merawat kucing jalanan yang sakit atau kelaparan tanpa pemilik atau ada pemiliknya. Selama berdiri, diakui sudah menangani lebih dari 100 kucing jalanan.

“Jika kami temukan kucing yang sakit atau terluka, kami sembuhkan, kami rawat, kami bawa ke dokter hewan. Jika dari dokter sudah dinyatakan sembuh dan sehat, kami lepas kembali,” ujarnya.

Rehan mengaku ada penanganan kasus yang menarik, yakni kepada kucing bernama Sonia yang kini jadi ikon komunitasnya. Katanya, kucing tersebut terluka parah terkena pukulan manusia tepat dipunggungnya.

Waktu itu pemilik Sonia bingung bagaimana merawat dan menyembuhkannya. Kemudian menghubungi Rehan agar kucing itu disuntik mati.

“Itu yang sempat kami sayangkan dan menjadi perdebatan teman-teman komunitas,” terangnya.

Tetapi Rehan dan teman-temannya tidak setega itu untuk membawa Sonia ke dokter hewan meminta suntik mati. Akhirnya, dia merawat dua bulan dan membawa Sonia ke dokter hewan secara rutin. Selama perawatan dan makan para kucing jalanan, dibantu donatur grup tersendiri.

“Tapi kami tidak open donasi setiap ada kasus. Hanya kasus tertentu saja yang parah, yang membutuhkan perawatan khusus. Donasi pun kami lebih share ke group anggota kami di WA (WhatsApp) saja,” tuturnya.

Selain itu,  kegiatannya juga membantu pecinta kucing yang memang benar-benar peduli, seperti kepada ibu Farida. Rehan mengungkapkan, ibu Farida ini sering berjalan mencari kucing jalanan untuk diberi makan. Dia menemui Farida di rumahnya untuk diberikan bantuan. Sesampainya di sana, ternyata rumahnya tidak layak untuk ditempati.

“Akhirnya kami carikan kontrakan yang layak dan kami beri makan sampai sekarang bergantian. Mengingat beliau ini sudah lanjut usia dan mentalnya sudah tidak normal,” terangnya.

Lelaki yang juga memiliki kucing ini menuturkan, ada rumah singgah untuk kucing jalanan di Klampis. Tetapi bukan untuk penampungan, tapi khusus untuk merawat kucing yang butuh perawatan.

“Karena rumah singgah kami memang ada keterbatasan, jadi ketika ada kucing yang sudah sembuh dan sehat kami lepaskan. Sekarang di rumah singgah ada sekitar 23 kucing,” pungkasnya. (waw)

Komentar

News Feed