oleh

Cara Kades Karangcempaka Layani Masyarakatnya

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Beragam inovasi diberikan kepala desa (kades) dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakatnya. Salah satunya dilakukan Kades Karangcempaka, Afifah  dengan memaksimalkan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Kades Karangcempaka Bluto Sumenep Arifah menuturkan, salah satu yang menjadi prioritas adalah kesehatan. Guna memaksimalkan itu, pihaknya menyediakan berbagai fasilitas dan sarana untuk masyarakat segera mendapatkan pelayanan.

“Sejak tahun 2020, polindes disiapkan dan dilengkapi mobil desa siaga, layanan kesehatan stunting dan posyandu sudah dianggarkan juga tahun ini. Untuk tahun kemarin dana tergerus penanganan Covid-19,” katanya, Selasa (9/3/2021).

Dia juga memberikan pelayanan selama 24 jam melalui WhatsApp group. Anggota grup itu berisi seluruh aparat dan kepala dusun (kadus). Sehingga jika ada informasi atau masyarakat yang membutuhkan pelayanan, langsung bisa teratasi. Sebab satu sama lain saling mengisi untuk menerima keluhan dari masyarakat.

Sementara untuk infrastruktur dan beberapa pembangunan penunjang lain, bisa dipantau sendiri. Misalnya jalan, sudah sulit mencari jalan yang buruk apalagi tidak layak. Termasuk langsung tanyakan kepada masyarakat sendiri untuk fasilitas infrastruktur.

“Ya kami memang untuk akses jalan sudah rata, tidak ada yang terbengkalai itu bisa dilihat sendiri,” imbuhnya.

Perhatian untuk pendidikan itu, selain memberikan fasilitas di lembaga pendidikan, juga memberikan pelatihan kepada pemuda yakni pelatihan keris dengan fasilitas bantuan alat, termasuk sarana olahraga.

Hal itu untuk mengalihkan ke hal-hal positif seperti volly, tenis meja. Dan pemuda juga dikerahkan untuk berorganisasi di Ansor dan Banser, sebagai wadah yang paling aman dalam melakukan pengabdian.

Termasuk memberikan fasilitas wifi di 11 titik di setiap perkumpulan masyarakat, termasuk di lembaga pendidikan itu sendiri. Sehingga dengan adanya itu aktivitas pembelajaran yang tetap berjalan normal meski daring.

“Jika prestasi desa volly juara tiga kali PKK juara 3,” papar dia.

Sedangkan untuk penyertaan modal ke badan usaha milik desa (BUMDes) sebesar Rp40 juta, dibelanjakan perkakas dan alat usaha kalvalum. Modal awal tersebut termasuk simpan pinjam yang dikelola PKK.

“Alhamdulillah dari modal itu menymbang PADed Rp3 juta setiap tahun,” pungksanya. (ara/waw)

Komentar

News Feed