Cara Rendika Rama Menghadapi Istri Ngidam Aneh

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) SETIA: Bek sayap Madura United Andik Rendika Rama melayani kebutuhan istrinya Afifah Elsah Nada yang sedang mengandung anak keduanya.

Bek sayap Madura United Andik Rendika Rama tengah menanti kelahiran anak keduanya. Saat ini, kandungan istrinya, Afifah Elsa Nada, tengah memasuki enam bulan lebih.

Sebelumnya, pasangan antara Rendika Rama dan Nada ini telah memiliki anak yang bernama Athallah Dzeko Ramadhan yang lahir tahun 2018. Anak pertama ini lahir setahun setelah menikah pada tahun 2017 atau ketika Rendika Rama baru bergabung dengan tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu.

Bacaan Lainnya

Akan tetapi, Nada menceritakan, kandungan yang kedua ini berbeda dengan sebelumnya. Menurutnya, sang istri lebih rewel ketimbang saat mengandung Dzeko. Mujurlah, saat ini sedang jeda kompetisi Liga 1 2020 karena wabah Covid-19 sehingga ia lebih maksimal dalam mendampingi sang istri. Berbeda dengan Nada saat mengandung Dzeko. Kala itu, dia sering ditinggal Rendika Rama untuk bertanding di Madura United ataupun ke luar daerah.

“Hamil sekarang lebih rewel, setiap hari muntah-muntah terus, mudah lelah, pengennya tidur terus. Untung ada suami di rumah, setiap hari bisa jagain Dzeko. Kalau waktu hamil Dzeko lebih enak, nggak ada bawaan muntah atau apa,” tutur Nada kepada Kabar Madura, Selasa (11/8/2020) siang.

Selain itu, Rendika Rama menyampaikan, selama berada di rumah tidak sebatas fokus latihan mandiri untuk menjaga kondisi, namun dia juga membantu keluarga, salah satunya mengurus Dzeko.

Bek sayap bernomor punggung 6 di Madura United ini juga membeberkan, istrinya sering ngidam yang aneh-aneh. Dia mencontohkan, tengah malam minta nasi goreng di warung desa atau gorengan di desa.

Padahal, mantan fullback Persija Jakarta ini menyampaikan, warung di desa tidak buka hingga tengah malam. Berbeda dengan warung-warung di daerah perkotaan yang buka hingga dini hari.

Akan tetapi, Rendika Rama tidak kehilangan akal. Dia tidak mencari warung di desa, melainkan memasak sendiri di dapur, lalu dibungkus untuk diberikan ke pasangannya.

“Tapi, Nada itu tahu kalau bukan beli di warung desa, saya minta tetap makan saja, itu beli, soalnya kalau tengah malam nggak ada warung di desa buka,” tandasnya. (idy/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *