Cara Sabuk Hijau Pertahankan Omset di Tengah Wabah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) Inovatif;  IKM Sabuk Hijau merupakan usaha kecil yang memproduksi olahan kopi yang tengah berjuang dalam menghadapi wabah Covid-19.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Dampak wabah Covid-19 menyasar sejumlah usaha. Termasuk industri kecil menengah (IKM). Banyak cara yang dilakukan dalam mempertahankan omsetnya. Seperti halnya IKM Sabuk Hijau. Selain aktif berinovasi juga memasarkan produknya lewat online.

Sabuk Hijau memproduksi sejumlah olahan jenis kopi, seperti Kopi Mangrove, Madu Bee Mangrove, Teh Mangrove, dan Cookies Mangrove. Produknya itu saat ini sudah menembus pasar di sejumlah daerah luar Madura.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulilah sampai sekarang kami juga punya langganan yang dari Sumatera, Kalimantan, Tangerang, Yogyakarta, Malang, dan lokal Pamekasan serta daerah Surabaya dan Sumenep, tetapi ketika sudah Covid-19 sangat praktis menurunnya,”papar Slaman Pelaku IKM Sabuk Hijau, Minggu, (21/3/2021).

Dituturkannya, pada masa pandemi, dirinya terus melakukan berbagai inovasi penjualan dengan memasarkan di platform digital, semisal, aplikasi Shope, dan bekerjasama dengan Oska salah satu organisasi dari Jepang, supaya produknya bisa terus berdaya saing di pasaran.

“Setiap Jepang ke Pamekasan setiap tahun, karena ada kerjasama lingkungan, ia selalu bawa produk saya, dan juga melalui pengiriman paket yg dilakukan oleh personal Oska yang ada di Madura,” urainya.

Pria yang berasal dari Desa Lembung Galis Pamekasan itu menerangkan, untuk bisa memiliki usaha yang bisa berdaya saing,  perlu ketekunan, ketelatenan, dan komitmen yang kuat dalam berusaha, sehingga modal utamanya konsisten dari pelaku usaha yang tanpa putus asa.

“Saya memiliki 5 karyawan, sekarang tinggal 2 orang. Jika sebelum pandemi bisa mencapai penghasilan sekitar Rp7 juta untuk kopi mangrove saja, untuk yang lainnya menyesuaikan,”ulasnya.

Ia berharap wabah segera berakhir, agar usahanya segera normal, dan mengajak kepada seluruh pelaku IKM lainnya agar tetap optimis dan terus berinovasi dalam masa wabah Covid-19.

”Bergerak tanpa harus menunggu perintah dari dinas, kita harus berani berinovasi, IKM yang berkembang adalah yang bisa menguasai pasar, bukan hanya sebatas memasarkan produk saja,” tukasnya. (rul/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *