Cara Sales Sumenep Bangun Jaringan dan Koneksi Bertaraf Nasional

Headline, News13 views

KABAR MADURA | Menjadi sales bukan berarti tidak butuh organisasi. Di Sumenep, sejumlah pekerja bidang penjualan itu juga membentuk komunitas, namanya Komunitas Para Sales Super Nusantara (Kompass Nusantara). Bukan hanya di Sumenep, bahkan sudah melebarkan jaringan di berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri..

Yudi Ananta, selaku penggagas di  Sumenep itu mengatakan, Kompass dibentuk untuk peningkatan koneksi dan jaringan. Sehingga harus melebarkan sayap ke level yang lebih luas.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

“Ini didirikan memang untuk menguatkan komunikasi agar bisa meningkatkan kualitas dirinya masing-masing,” kata dia.

Komunitas yang didirikan sejak tahun 2015 ini, terus memberikan ruang gerak kepada para anggota agar terus mengakses informasi agar anggota bisa leluasa memilih jalan yang lebih baik.

Baca Juga:  Tunjuk RB Pimpin Lawatan ke Markas PSIS Semarang

Singkat cerita, pada 1 Januari 2018, Kompass berbadan hukum, dengan melibatkan para tokoh nasional sebagai pelindung komunitas tersebut.

“Kami mengangkat Kak Seto sebagai dewan pengawas sekaligus sebagai Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI),” imbuhnya.

Hingga saat ini, keberadaan komunitasnya semakin lama mendapat respon positif dari masyarakat luas. Jumlah membernya yang semakin hari semakin bertambah, sesuai dengan perkembangan zaman.

“Alhamdulillah tahun ini jumlah member WhatsApp group bisa lebih dari 400 orang lebih,” paparnya.

Dijelaskan, member komunitasnya tidak hanya berprofesi sales, tapi sudah multiprofesi mulai dari supervisor (SPV), manager, direktur, pengusaha, motivator, dokter, dosen, pejabat negara, pejabat pemerintahan, pimpinan perbankan, baik negeri maupun swasta, pimpinan BUMN dan BUMD, pejabat Polri dan TNI, tokoh nasional, motivator nasional dan lain-lain.

Baca Juga:  BPBD Sampang Dapatkan Tambahan Anggaran Bantuan Air Bersih Atasi Kekeringan

Saat ini, anggotanya tersebar di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Medan, Padang, Palembang, Bangka Belitung, Jambi, Jakarta, Bekasi, Bogor, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Banyuwangi, Bali, Kalimantan, Pamekasan, Sumenep, dan lain-lain.

“Bahkan ada juga member komunitas yang saat ini tinggal di Amerika Serikat, dan Malaysia,” ungkap Yudi.

Pewarta: Moh. Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *