oleh

Cara Sekolah Terapkan Pembelajaran Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan

Kabarmadura.id/Sumenep-Ada yang berbeda dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Kapedi 1 Kecamatan Bluto Sumenep di tengah wabah Covid-19. Untuk memastikan agar seluruh sisiwa jaga jarak, mereka terpaksa belajar di emperan gudang.

MOH RAZIN, SUMENEP

Pukul tujuh kurang lima belas menit, satu per satu siswa kelas ll SDN Kapedi 1 Kecamatan Bluto, Sumenep dengan menenteng meja belajar dan memakai alat pelindung diri (APD) berdatangan ke salah satu gudang di sebelah timur Pasar Kapedi. Mereka tidak sedang observasi atau tugas lapangan. Mereka terpaksa belajar di emperan gudang agar bisa tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Sebenarnya sempat berlangsung di kelas. Berhubung tidak bisa jaga jarak karena jumlah siswa sekitar 22 siswa, maka terpaksa belajar di gudang,” kata Widayanti guru kelas ll.

Pilihan belajar di gudang itu berawal dari kemurahan hati salah satu orang tua siswa, yang menawarkan agar ditempati. Karena memang pilihan belajar daring bukan sesuatu yang efektif bagi masyarakat pelosok.

Menurut guru yang namanya sudah familiar di Kota Keris itu, alasan lain belajar di rumah masing-masing adalah ketidak siapan orangtua dalam melakukan pendampingan, apalagi kebanyakan disibukkan dengan aktivitas masing-masing sementara belajar tanpa tatap muka cenderung berbasis tugas saja.

Sementara dengan pertimbangan karakter siswa sendiri, untuk seusia kelas ll SD masih belum siap, sehingga perlu peran inten dari masing-masing orangtua. Dan tidak sedikit orangtua yang mengeluhkan model pembelajaran yang demikian.

“Sebelumnya saya sampaikan kepada wali murid, kami berunding. Saya tawarkan daring tapi mereka menolak, alasannya banyak tidak punya HP, paket, tidak punya waktu untuk mendampingi. Mereka minta ketemu, akhirnya ada wali yang nawarin kalau gudangnya tidak dipakai. Kebetulan saya pernah ke sana,” imbuhnya.

Akhirnya setiap hari seluruh siswa sepakat melangsungkan pembelajaran tatap muka tetapi tidak lagi di sekolah, namun di emperan gudang, sehingga dengan jarak yang cukup luas bisa dipastikan sesuai dengan protokol kesehatan bahkan dengan APD lengkap.

Menariknya lagi seluruh siswa tidak diperkenankan jajan dan beranjak dari tempat masing-masing, hal itu sebagai bentuk antisipasi menjadi ajang berkerumun. Karena perempuan yang juga dikenal sebagai penulis itu menuturkan seluruh siswa dipastikan tidak dapat bersentuhan fisik.

“Mereka dari rumahnya sampai ke sini itu dari pukul 7 sampai 10 istirahat hanya di tempat duduk mereka, tempat belajar dari plastik bawa sendiri, pokoknya sudah selesai protokol kesehatan Covid-19,”pungkasnya. (pai)

 

Komentar

News Feed