Cartridge TCM Belum Datang, Pemkab Bangkalan Pilih Terima Bantuan PCR dari Pemprov

  • Whatsapp
(FOTO: KM/SUDIYO) PEMERIKSAAN: Pasien Covid-19 di Bangkalan yang melakukan swab tenggorokan.

Kabarmadura.id/BAngkalan– Pemesanan 1000 cartridge yang telah dibeli oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan belum datang juga. Akibatnya, Pemkab Bangkalan memilih menerima alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron. Katanya, selama menunggu pesanan cartridge, pihaknya menerima bantuan PCR tersebut. Sebab, pasien terus bertambah di Bangkalan dan butuh segera dideteksi tingkat kesembuhannya sehingga tidak perlu menunggu hasil tes dari Litbangkes Surabaya yang kadang prosesnya hingga memakan waktu 2 minggu.

Bacaan Lainnya

“Di Bangkalan ini kan sudah ada 137 pasien yang terinfeksi Covid-19. Agar pasien tidak menumpuk, kami terima bantuan PCR dari Pemprov,” ujarnya, Selasa (16/6/2020).

Mengenai bantuan ini sendiri, dia menuturkan, pihaknya bisa tidak melakukan pengadaan alat secara mandiri. Meskipun diberikan bantuan alat, Ra Latif mengungkapkan, masih terkendala dengan tim medis yang belum bisa membaca PCR. Untuk itu, dia juga akan mengintruksikan Rumah Sakit agar menyiapkan tenaga atau Sumber Daya Manusia (SDM)-nya.

“Selain menerima alat tersebut, kami juga meminta untuk diadakan pelatihan pada tim medis kami di awal-awal bagaimana menggunakan PCR itu,” jelasnya.

Masih menurut Ra Latif, jika pasien terus menumpuk, pihaknya akan mengambil langkah dengan merawat pasien di masing-masing puskesmas. Bahkan jika perlu, katanya, kampung tangguh yang telah digalakkannya akan dipergunakan untuk menampung pasien Covid-19.

“Tapi akan kami koordinasikan dulu dengan pihak camat dan kepala desa dulu,” terangnya.

Sebelumnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syamrabu Bangkalan sendiri sempat menolak alat tersebut. Pihak RSUD meminta agar pemkab melakukan pengadaan cartridge untuk alat Tes Cepat Mulekuler (TCM). Sebab, pihak rumah sakit sendiri tidak mau mengambil resiko tim medis tertular akibat menggunakan PCR ini.

Selain itu, ditolaknya alat PCR itu, karena Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan Nunuk Kristiani mengakui bahwa terkendala dengan tenaga yang akan menggunakan alat tersebut.

“Kami sudah punya alat TCM sebenarnya, tinggal menunggu cartridge. Kalau sarana sudah kami sediakan. Sedangkan PCR, kami terkendala tim medisnya,” tandasnya. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *