oleh

Catat, Ini Kendala Utama Produk IKM

Kabarmadura.id/Sumenep-Kepala Bidang (Kabid) Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep Cicik Suryaningsih menjelaskan, beragam produk industri kecil menengah (IKM) masih minim yang laku di pasaran.

Ia mengakui dari sekian banyak produk IKM yang paling laku atau paling digemari oleh para konsumen  adalah makanan ringan saja, atau jelasnya hanya ada satu dua jenis cemilan untuk sementara waktu.

“Kripik untuk sementara ini yang paling laku. Memang mayoritas produksi IKM itu adalah kripik, baik kripik singkong, ubi, dan yang lainnya,” katanya, kemarin.

Di antara masalah yang terjadi untuk produk IKM adalah dalam hal pengemasan atau packing. Karena memang pihaknya mengakui tidak banyak IKM yang ahli di bidang kemasan tersebut. Sehingga walaupun sudah banyak produk IKM atau produk lokal yang sudah tersebar di berbagai toko tetapi tidak sedikit yang kemasannya yang kurang menarik. Hal ini berpengaruh juga terhadap harga jual produk.

Cicik (sapaan akrabnya) menambahkan, dari sekitar 30 ribu IKM yang sudah terverifikasi, mayoritas sudah memproduksi barang. Namun memang masih perlu terus diberikan pembinaan-pembinaan, terutama di bidang keterampilan packing.

“Karena beda dengan yang dibungkus plastik biasa, paling mahal paling cuma 5.000-an itu pun dengan jumlah isi yang banyak. Sementara untuk kemasannya yang sudah bagus ada label halal, PIRT, dan ada masa kedaluwarsanya, itu yang kami bantu promosikan,” imbuhnya.

Karena memang untuk membantu pemasaran produk, pihaknya masih melakukan seleksi khusus. Jika minimal tiga komponen yang disebutkan tersebut tidak lengkap maka pihaknya tidak mampu mempromosikan.

“Tidak sampai 50 produk yang biasa kami bawa ke pameran. Kami pilih yang bagus-bagus saja,” pungkasnya. (ara/pai)

Komentar

News Feed