Cegah Penularan Covid-19, Pemkab Bakal Terapkan Sistem Ganjil Genap untuk Pedagang Pasar

  • Bagikan
(FOTO: KM/Moh Sa'ed) SEPI: Kegiatan jual beli di Pasar Ki Lemah Duwur terlihat sepi.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Pasien terinfeksi Covid-19 semakin meningkat di Bangkalan. Sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berencana menerapkan sistem ganjil genap untuk pedagang di Pasar Ki Lemah Duwur.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Bangkalan Sutanto menyampaikan, program ganjil genap tersebut masih belum diterapkan, baru sebatas rencana.

“Semakin bertambahnya pasein terinfeksi Covid-19 maka sistem jual beli akan diubah Ganjil Genap. Dalam artian, deretan kios buka secara bergantian guna untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19,” ungkapnya, Kamis (28/5/2020).

Hanya saja, sistem ganjil genap tersebut akan berdampak buruk  terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perekonomian pedagang. Sistem seperti itu akan mengurang PAD serta pendapatan para pedagang sebab para pedagang yang buka secara bergantian.

Namun dirinya mengaku jika tidak menerapkan sistem seperti itu akan berdampak buruk terhadap pengunjung pasar maupun para pedagang.

“Jika tidak diterpakan seperti itu berdampak buruk terhadap penjual maupun pembeli. Sebab, pasar salah satu lumbung jual beli yang melakukan kontak langsung, maka dari situ kami akan rapatkan sistem genap ganjil tersebut,” tutrunya.

Terpisah, salah satu pedagang  yang berjualan di Pasar Ki Lemah Duwur (KLD) Siti Zubaidah mengaku bahwasannya selama ini belum ada intruksi langsung terkait sistem ganjil genap terhadap penjualan tersebut.

“Sejauh ini belum ada pengumuman terkait pembatasan penjualan di pasar,” terangnya.

Dirinya menambahkan dengan adanya sistem seperti itu akan berdampak buruk terhadap pendapatan dalam sehari hari pedagang.

“Jika sistem tersebut diterapkan setiap hari, maka akan berdampak buruk terhadap pendapatan masyarakat. Sebab sekarang buka besok harus tutup. Jika seperti itu secara terus menerus maka sebagian jualan sepeti sayur dan kebutuhan lainnya khawatir membusuk,” ungkapnya (sae/pai)

Baca juga  DPMD Bangkalan: Panitia Pilkades Harus Melibatkan Forkopimda
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan