oleh

Cegah Penyebaran Covid-19, Tempat Wisata di Pamekasan Resmi Ditutup

Kabarmadura.id/Pamekasan-Pemerintah Kabupaten Pamekasan, akhirnya mengeluarkan kebijakan untuk menutup tempat wisata dan hiburan di wilayah setempat. Penutupan berdasarkan surat edaran (SE) Bupati Pamekasan dengan nomor: 430/80/432.320/2020 itu, untuk menutup akses penyebaran virus corona (covid-19).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Achmad Sjaifuddin mengatakan, penutupan itu dilakukan sebagai tindak lanjut imbauan pencegahan penyebaran covid-19 dengan mencegah berkumpulnya banyak orang.

Selain menutup tempat wisata, Pemkab juga akan memberlakukan penutupan aktivitas pedagang kaki lima (PKL) di area Monumen Arek Lancor. Dengan upaya itu, pihaknya berharap penyebaran virus corona bisa ditekan dan diharapkan tidak menyebar ke Pamekasan.

“Penutupan semua tempat wisata dan hiburan ini juga menindaklanjuti Maklumat Kepala Polisi Republik Indonesia tanggal 19 Maret 2020, nomor: Mak/II/3/2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran covid-19,” ungkapnya, Kamis (26/3/2020).

Terlebih lanjut Achmad, Gubernur Jawa Timur juga telah mengeluarkan SE pada tanggal 15 Maret 2020 nomor: 420/1780/101.1/2020 perihal peningkatan kewaspadaan terhadap virus corona.

Dengan dikeluarkannya surat edaran ini, Achmad meminta kepada semua pengelola wisata dan hiburan, baik wisata yang dikelola Pemkab dan swasta untuk melakukan penutupan sementara sejak 26 Maret hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

“Penutupan ini sebagai antisipasi kami karena dikhawatirkan masyarakat dari luar akan tetap datang ke Pamekasan untuk berwisata,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Pamekasan Fathor Rohman mengambil kebijakan tegas dengan membatasi kegiatan para wakil rakyat. Hal itu mengingat semakin daruratnya penyebaran pandemi covid-19 di sejumlah kabupaten atau kota, maka dengan sangat terpaksa pihaknya melakukan pembatasan pada kegiatan kedewanan yang sudah terjadwal.

“Membatasi kunjungan ke luar daerah, kemudian mengurangi tamu yang akan berkunjung disini, jadi kalau ada kunjungan yang ke Pamekasan itu dibatasi juga,” paparnya.

Pihaknya mengaku, ada resiko yang harus ditanggung para wakil rakyat dari kebijakan pembatasan kegiatan itu. Di antaranya pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda). Namun pihaknya menyampaikan, tidak semua agenda sidang akan dibatasi agar roda pemerintahan tetap berjalan.

“Kalau urgen dan butuh waktu yang singkat, dan ini sangat mendesak untuk dibahas secepatnya, kami akan tetap laksanakan,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya mengungkapkan setiap agenda kedinasan wajib hukumnya ada sterilisasi sesuai dengan arahan paramedic dalam pelaksanaannya, agar 45 anggotanya bisa terselamatkan dari pandemi covid-19.

“Seperti SOTK, makanya nanti jika ada jadwal kajian raperda di luar daerah Pamekasan, maka kami akan mengimbau kepada teman-teman anggota untuk tidak ke luar kota,” tegasnya.

Dirinya berharap, penyebaran pandemi covid-19 bisa segera usai agar supaya setiap kegiatan yang sudah direncanakan bisa dilakukan sesuai jadwal, agar kepentingan masyarakat yang sudah disampaikan kepada pihaknya bisa dikawal dengan maksimal.

“Kami harap penyebaran virus corona ini bisa cepat hilang, agara kita bisa melaksanakan aktivitas seperti sediakala,” pungkasnya. (rul/pin)

 

Komentar

News Feed