oleh

Cegah Stunting pada Seribu Hari Pertama Kelahiran

Kabarmadura.id/Bangkalan-Angka stunting tahun 2019 masih tinggi. Diketahui ada sekitar 2.718 anak yang menderita stunting. Sedangkan pada tahun 2018 anak dengan status stunting sebanyak 3.153 penderita. Hal tersebut memang diakui oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudibyo. Menurutnya, stunting yang di Bangkalan cukuplah tinggi. Namun, untuk penurunannya sendiri, kasus stunting tidak bisa diturunkan secara cepat.

“Perlu diketahui, kasus stunting ini, kita tidak bisa menurunkan langsung dalam jangka waktu satu bulan, dua bulan bahkan satu tahun atau dua tahun yang akan mendatang tidak bisa diturunkan secara signifikan. Anak-anak yang terkena stunting ini dalam jangka waktu 5 tahun bisa hilang sendiri data tingginya kasus stunting,” ungkapnya.

Untuk prevalensinya sendiri, stunting di Bangkalan cenderung mengalami penurunan. Pada Riskesdas 2013, stunting di Bangkalan berada pada angka 43,2 persen. Sedangkan pada Riskesdas 2018 stunting mengalami penurunan di angka 41,87 persen. Meskipun mengalami penurunan, angka tersebut masih tergolong permasalahan kronik berdasarkan WHO yang mematok angka di bawah 20 persen. Sedangkan, pencegahannya tetap melakukan upaya dengan jaminan seribu hari pertama kelahiran (HPK). Yakni berupa pencegahan di masa kehamilan hingga anak dilahirkan.

“Untuk mencegah stunting, maka kami akan berikan jaminan seribu hari pertama kelahiran. Hal itu bisa melalui asupan makanan, pola asuh dan kebersihan sanitasi,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Ketua TP-PKK Bangkalan Zaenab Abdul Latif menjelaskan bahwa saat ini pihaknya yakni TP-PKK Bangkalan sedang melakukan sinergi dengan berbagai sektor dalam upaya percepatan pencegahan dan penuntasan stunting di Kabupaten Bangkalan.

“Saat ini, angka stunting di Bangkalan masih cukup tinggi. Namun kami akan terus berupaya membangun kerja sama dengan berbagai lintas sektor dalam pencegahan stunting, di antaranya melalui program perbaikan gizi, penyuluhan hingga layanan kesehatan dan vaksinasi,” tukasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed