oleh

Cerita Akh. Zainuddin, Mahasiswa IAIN Jalani Ujian Skripsi Online

Jangan Sampai Saya Wisuda Secara Online

Kabarmadura.id/Pamekasan-Suka duka sebagai mahasiswa semester akhir di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura yang harus menjalani ujian skripsi secara online, Akh Zainuddin, asal Palengaan Laok Pamekasan.

ALI WAFA, PAMEKASAN

Zainuddin, seorang mahasiswa Tadris Bahasa Inggris di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura semester akhir ini, harus merasakan pilu karena harus menjalai sidang skripsi secara online di rumahnya.

Dia merasa ada yang kurang dan tidak seperti ekspektasinya selama ini. Jika ujian skripsi dia kenal sebagai sesuatu yang sakral dan menegangkan, kini akibat wabah Covid-19, dirinya harus menjalaninya dengan diam di rumah saja dan mengikuti ujian secara online.

Meski ujian skripsi menurut sebagian besar mahasiswa merupakan hal yang menakutkan dan sebisa mungkin dihindari, akan tetapi, pada sisi yang berbeda, Zainuddin justru merasakan ada hal yang kurang dan tidak melengkapi proses pendidikannya selama bertahun-tahun.

Utamanya, karena ujian skripsinya berjalan santai dengan tidak perlu mengenakan pakaian formal layaknya mahasiswa hendak mengikuti ujian skripsi.

Hal itulah yang menurut Zainuddin hilang akibat wabah Covid-19. Bahkan menurut ekspektasinya, akan merasakan hal yang istimewa dengan mengikuti ujian skripsi. Sebab dia yang tergolong sebagai MA (Mahasiswa Abadi) akhirnya bisa menjalani ujian skripsi pada titik paling ujung, yakni di semeseter XIV (empat belas).

“Semuanya tidak sesuai ekspektasi yang aku bayangkan. Akan berjalan menegangkan, justru berjalan santai. Bahkan bisa dilakukan dengan rebahan dengan ditemani headset, laptop dan wajah dosen di layar,” ucapnya.

Di antara yang menurutnya menyedihkan adalah saat dirinya membayangkan bahwa sejumlah adik tingkatnya akan hadir memberikannya dukungan saat ujian skripsi dengan bayangan ada yang mengintip dari jendela hanya untuk melihatnya menjalani ujian skripsi. Nyatanya, impiannya tersebut harus selesai di depan webcam dan laptop di ranjangnya.

Kado dan hadiah dari adik-adik tingkatnya yang telah dari dulu memberikannya dukungan untuk bisa menyelesaikan kuliahnya, harus tertunda. Jangankan untuk mengikuti ujian langsung, kampusnya saja ditutup sehingga tidak ada aktifitas perkuliahan bagi seluruh mahasiswa.

Kendati demikian, dia berharap waktunya untuk wisuda tidak ditunda karena Covid-19.

“Jangan sampai saya wisuda secara online juga. Semoga Covid-19 cepat berlalu ya Allah. Bapak saya,  tunangan saya ingin saya ajak foto wisuda jika ini wabah selesai,” ucap Zain. (bri/waw)

 

Komentar

News Feed