oleh

Cerita Gelandang Madura United yang Meniti Karir dari Gaji Seorang Guru

KABARMADURA.ID – Hari Guru Internasional yang diperingati setiap 5 Oktober memberikan kesan tersendiri bagi Gelandang Madura United Maulana Romadhon.

Gelandang yang familiar disapa Madhun ini telah resmi berkostum Madura United atau sudah menyandang status pemain sepak bola profesional. Itu tidak terlepas dari timnya tengah berkompetisi di Liga 1 2020.

Madhun masuk slot pemain U20 seiring dengan regulasi terbaru kompetisi domestik tertinggi Indonesia yang bakal dihelat di tengah wabah Covid-19. Setiap klub harus memasukkan minimal dua pemain U20 ke line-up.

Melambungnya nama Madhun sebagai putra daerah yang bisa tembus Madura United tidak terlepas sosok ayah Mistariyanto. Ayahnya yang membiayai semua kebutuhan Madhun dalam proses meniti karir.

Biaya tersebut didapatkan dari jerih payahnya mengajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Larangan Badung 6 Palengaan, Pamekasan. Mistariyanto mengajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).

“Iya, sejak kecil beli sepatu dan semacamnya dibiayai ayah. Otomatis itu gajinya dari mengajar. Seorang ayah yang bekerja sebagai guru sangat berjasa dalam karir saya,” ungkapnya kepada Kabar Madura.

Akan tetapi, Madhun memiliki inisiatif menabung agar meringankan beban biaya orang tua. Dia menyisihkan uang sakunya untuk keperluan beli sepatu dan sebagainya sejak belajar di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

Selain itu, biaya yang dikeluarkan ayahnya tidak sebatas untuk meniti karir sepak bola. Namun, Madhun menyebutkan, biaya pendidikan sejak SD pun juga dari gaji mengajarnya.

“Iya, kalau biaya sekolah dari uang mengajar. Maka dari itu, sangat berjasa bagi saya. Saya juga bersyukur, bisa punya orang tua yang peduli terhadap pendidikan dan karir saya,” pungkasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed