Cerita Lengkap Warga Bangkes Kadur Temukan Bayi Berlumuran Darah

  • Whatsapp

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Warga Desa Bangkes, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan digegerkan dengan penemuan seorang bayi laki-laki tidak berdosa di sebuah jalan setapak, Jumat malam (27/11/2020) sekitar pukul 21.00 WIB.

Bayi yang masih lekat dengan ari-arinya itu ditemukan oleh Haris (27) warga Dusun Embung Barat Selatan, Desa Bangkes. Haris mendapati sebuah kardus berisi bayi dan kantong plastik bermuatan ari-ari.

Bacaan Lainnya

Terkejut dengan adanya bayi yang masih berlumuran darah, Haris memberitahukannya kepada Jadi yang juga warga Dusun Embung Barat Selatan. Kemudian Haris membawa bayi tersebut ke rumah mertuanya dan mengabarkan kepada perangkat desa setempat.

Sontak warga beramai-ramai mendatangi rumah mertua Haris untuk melihat langsung kondisi bayi. Semua warga menyayangkan tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh orang yang membuang bayi tersebut.

Tidak ingin terjadi kemungkinan buruk pada si bayi, warga setempat membawa bayi itu ke Puskesmas Kadur untuk mendapat perawatan. Diyakini, bayi tersebut merupakan hasil hubungan gelap sepasang kekasih di luar nikah yang tidak ingin bertanggung jawab atas lahirnya anak itu.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kadur AKP Mohammad Tarsun Hidayat menerangkan, pihaknya saat ini tengah mendalami identitas dari pelaku pembuangan bayi. Pihaknya juga tengah menyelidiki identitas orang tua dari bayi tersebut.

“Saat ini bayi dalam penanganan Puskesmas Kadur. Untuk identitas orang tua bayi tersebut dalam proses lidik,” ungkapnya.

Kepala Desa Bangkes Hj. Muslimah meyakini, bayi tersebut dibuang dengan sengaja oleh orang tuanya lantaran enggan merawat dan membesarkan anaknya karena lahir di luar nikah.

Namun demikian, dirinya memastikan bayi tersebut bukan anak dari warga setempat. Pasalnya, setelah pihaknya melakukan penyisiran dan pencarian sebuah fakta, tidak ditemukan warganya yang sedang hamil.

Selain itu, menurut Muslimah lokasi penemuan bayi itu merupakan daerah perbatasan antara Desa Bangkes dan tiga desa lainnya yaitu Desa Pamoroh, Pamaroh, dan Larangan Luar.

Pihaknya juga melakukan penyisiran pada ketiga desa tersebut; tidak ada orang hamil mencurigakan. Karenanya, pihaknya meyakini pembuangan bayi tersebut dilakukan oleh orang jauh yang ingin menghilangkan jejak.

Namun terdapat kemungkinan lain yang diungkapkannya, bahwa bisa saja terdapat warga sekitar lokasi itu yang telah membantu proses melahirkan ibu dari bayi dan membantu membuangnya di jalan setapak berpaving itu.

“Kalau orang sini kemungkinan besar tidak. Karena sudah kami lakukan penyisiran; tidak ada yang hamil mencurigakan,” tukasnya. (ali/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *