oleh

Cerita Menarik Pemeran Maliyeh, Inspirasi Anak Muda Madura Melalui Akun Youtube

Kabarmadura.id/Pamekasan-Berangkat dari kepedulian terhadap citra Madura, perempuan bernama asli Homaidah ini merambah dunia digital dengan memerankan sosok Maliyeh pada film pendek yang diproduksi oleh channel youtube Emak Tapai.

PAMEKASAN, ALI WAFA

Wanita kelahiran Pamekasan 05 Mei 1990 itu, saat ini lebih akrab dipanggil Maliyeh. Hal itu tidak lepas dari sukses dia memerankan emak-emak berkarakter jenaka namun bijak pada setiap film pendek yang diproduksi channel Emak Tapai.

Kejenakaan Maliyeh saat memerankan sosok emak-emak Madura itu, berhasil menarik ribuan penggemar di seluruh Madura, bahkan hingga ke luar Madura.

Kepada Kabar Madura, Homaidah menceritakan, nama Maliyeh sendiri terinspirasi oleh tokoh perempuan film Dilan, yakni Melia yang kala itu ramai menjadi bahan perbincangan kawula muda. Nama Melia olehnya diplesetkan ke bahasa Madura menjadi Maliyeh.

Tidak banyak yang tahu, kesuksesan Homaidah berakting, rupanya sudah merasa kalau dirinya pernah belajar di DJ Arie Public Speaking and Broadcasting School Bandung. Pada mulanya, dirinya iseng mencoba merambah dunia youtube, karena saat itu banyak channel youtube yang mencerminkan citra buruk tentang Madura.

Rekan yang pertama kali dia ajak membangun channel youtube saat itu yaitu Barry Anam. Bersamanya dia memulai channel youtube dari nol, dan akhirnya sukses hingga saat ini dia memiliki 12 crew.

“Awalnya karena banyak youtuber yang tidak mencerminkan Madura yang sesungguhnya. Madura digambarkan dengan stigma negative,” ucapnya.

Saat ini, Emak Tapai telah menjadi rujukan para youtuber Madura. Bahkan, omset yang dia dapatkan melalui youtube dan endorsement mencapai puluhan juta rupiah. Berkat Emak Tapai, kini mulai bermunculan youtuber baru di Madura.

Maliyeh ingin membuktikan kepada kawula muda Madura, bahwa di era yang serba digital ini, untuk mendatangkan rupiah tidak harus selalu dengan berdasi dan bersepatu rapi. Melainkan, dengan berkarya di youtube dirinya juga bisa mendulang kesuksesan.

Kini nama Maliyeh telah dikenal banyak orang, mulai dari pemuda, pejabat hingga di kalangan akademisi. Nama Emak Tapai dan Maliyeh menjadi sesuatu yang familiar dan banyak menginspirasi kawula muda untuk turut berkarya.

Namun demikian, tidak ada gading yang tidak retak. Maliyeh memulai kesuksesannya tidak dengan mudah. Hanya dengan empat crew saat itu, Emak Tapai harus berhutang untuk memiliki perangkat yang memadai dalam proses shooting.

Maliyeh berharap, setiap anak muda bisa open minded bahwa di era yang serba cepat ini, sukses bisa dicapai dengan banyak cara, bahkan bisa disesuaikan dengan bakat dan hobi setiap individu.

“Semoga anak muda Madura bisa lebih kreatif lagi dan bisa memajukan Madura itu sendiri. Karena pemuda Madura harus mencintai budaya dan bahasanya sendiri,” ulasnya. (pin)

Komentar

News Feed