oleh

Cerita Moh. Sobrun Adi Pratama, Mahasiswa IAIN Madura Juara II Hafiz Al-Qur’an Tingkat Mahasiswa Indonesia

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Membanggakan orangtua melalui prestasi gemilang, merupakan keinginan dari setiap orang. Itulah yang ingin diwujudkan oleh seorang Moh Sobrun Adi Pratama, mahasiswa semester III Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura. Sobrun sudah menyabet juara III Lomba HafizAl-Qur’an di Universeitas Sebelas Maret(UNS)Surakarta.

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN

Pria kelahiran Pamekasan 28 Maret 2000 ini menceritakan, prestasi yang telah diraihnya itu, sebagai bentuk persembahan kepada orangtuanya dalam rangka membanggakannya.Sebab sudah menjadi hasrat kuatnya berprestasi dibidang hafizAl-Qur’an.

“Saya telah sedikit membahagiakan orangtua melalui prestasi dibidang hafalan Al-Qur’an, soalnya ketika saya mengikuti lomba dan mendapatkan juara, nomor satu yang dibaca oleh masyarakat ialah orangtua saya,”ungkapnya.

Mahasiswa  Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) IAIN Madura itu, berprinsip dalam menjadi seorang hafiz untuk terus menjunjung tinggi Al-Qur’an dan mengikuti yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.Sehingga dalam kehidupannya sehari-hari,dia berupaya untuk menjadikannya sebagai seorang yang mengamalkan Al-Qur’an.

“Menjadi hafiz itu harus ada ketakdiman kepada Allah dan kepada Nabi, kepada orangtua kita dan peduli terhadap kaum yang kurang beruntung,”ulasnya.

Dia sangat bersyukur saat ini sedang menempuh pendidikan IAIN Madura.Selain bisa mengembangkan pemahamannnya tetang Al-Qur’an, IAIN sangat mengapresiasi mahasiswanya yang berprestasi, sehingga dia berkomitmen untuk menorehkan pelbagai prestasi diberbagaikegiatan di masa depan.

“Harus ada kesinambungan antara hafalan dengan mengulang Al-Qur’an setiap hari, sebab saya harus meningkatkan pengetahuan Al-Qur’an, walaupun sesibuk apapun, utamanya dalam mengahafal Al-Qur’an dan memahaminya,”ulasnya.

Mahasiswa yang pernah nyantri selama 6 tahun di Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar itu, mulai menghafal Al-Qur’ansejak umur 16 tahun dan langsung bisa menghafal secara keseluruhan 30 jus dari Al-Qur’an di tahun itu.

“Menghafal Al-Qur’an saya mulai pada sebelum saya mondok, namun hanya menghafal 2 lembar, setelah di pondok,alhamdulillah bisa dituntaskan, hingga akhirnya saat ini bisa berprestasi,”pungkasnya. (waw)

Komentar

News Feed