oleh

Cerita Ojol saat Wabah Covid-19, Rela Sediakan Masker Gratis untuk Penumpang

Kabarmadura.id/Pamekasan-Sudah jatuh ketiban tangga, pepatah itulah yang pas untuk menggambarkan nasib tukang ojek online (ojol) di Pamekasan. Salah satunya adalah Ahmad Sadik, warga Desa Lancar Tolasan, Kecamatan Larangan, Pamekasan..

ALI WAFA, PAMEKASAN

Dampak buruk akibat wabah Coronavirus Desease (Covid-19) dirasakan oleh semua pihak, termasuk di antaranya oleh tukang ojek online (ojol) di Kabupaten Pamekasan. Seperti menurut pengakuan Ahmad Sadik yang setiap harinya bekerja sebagai ojol dan mangkal di Jalan Kesehatan Pamekasan.

Dia mengaku, semenjak mewabahnya Covid-19 di Pamekasan, penurunan pendapatan yang dia  alami hingga 70 persen. Sebelum adanya Covid-19 bisa mendapatkan pelanggan 20 hingga 25 kali sehari. Namun, kini harus bersabar, sebab dalam sehari ia terkadang hanya mendapatkan satu pelanggan. Bahkan, lebih sering tidak mendapatkan pelanggan.

Kesulitan semakin dirasakan saat memasuki bulan puasa, selain dirinya harus menahan lapar, juga mengalami sepi penumpang karena tidak ada penumpang yang menggunakan jasanya.

“Sepi sekarang mas, biasanya kalau sebelum adanya wabah ini kami bisa top up setiap hari. Bisa dapat costumer 20 sampai 25 kali sehari, sekarang, saya dari pagi sampai sore ini satu pun saya belum dapat costumer,” keluhnya.

Kendati demikian, bapak dua anak tersebut tidak enggan untuk terus mangkal dan bekerja sebagai tukang ojek. Sebab, ojol merupakan satu-satunya pekerjaan yang ia andalkan untuk menghidupi keluarganya di rumah.

Sadik mengaku harus rela berkorban membeli hand sanitizer dan masker untuk menjaga kesehatannya, dan memastikan costumer yang menggunakan jasanya terjamin kesehatannya.

Setiap mendapatkan penumpang, dia langsung menyemprotkan hand sanitizer kepada penumpangnya, hal itu dilakukan demi dirinya sendiri, dan kenyamanan orang lain.

Bahkan, guna memberikan pelayanan yang memuaskan pada pelanggannya, Sadik harus rela membeli masker untuk diberikan kepada para penumpangnya yang tidak mengenakan masker.

Hal itu dia lakukan lantaran dari kantornya hanya dibekali satu masker untuk digunakannya seorang diri, sementara menurutnya, costumer banyak yang was-was saat menggukanan jasanya.

Dia sempat mengambil telepon genggamnya dan memperlihatkan aplikasi ojek online-nya kepada Kabar Madura sebagai bukti bahwa dari pagi hingga sore belum mendapatkan satu pun costumer.

“Semoga pemerintah dan perusahaan dapat memberikan atensi lebih kepada kami, dan semoga pandemic ini cepat berakhir, agar situasi kembali normal, dan segala sesuatunya dapat kembali seperti semula,” harapnya. (bri/waw)

Komentar

News Feed