oleh

Cerita Perantau Madura di Balikpapan di Tengah Wabah Covid-19

Kabarmadura.id-Tidak sedikit orang Madura yang merantau ke Balikpapan, Kalimantan Timur. Salah satunya Refan, pria asal Desa Bringin Timur, Kecamatan Dasuk, Sumenep. Dia bekera di Balikpapan dengan istrinya.

Di tengah wabah Covid-19, Refan masih tinggal di Balikpapan. Di kampung halamannya masih berstatus hijau, sebab belum terdapat pasien terinfeksi Covid-19 ataupun pasien dalam pengawasan (PDP). Namun secara keseluruhan, se-pulau Madura sudah 11 terinfeksi Covid-19.

Saat ini, Refan dengan istrinya berdagang kebutuhan sehari-hari di Balikpapan. Namun dengan kondisi genting yang melanda Indonesia, juga berimbas terhadap pendapatannya. Kata suporter Madura United ini, selama wabah Covid-19, pendapatannya menurun menjadi 50 persen.

“Sejak pandemi ini, pemasukan saya memang berkurang drastis. Sekarang kalau dipersentasikan, itu sekitar 5 persen berkurangnya,” ceritanya kepada Kabar Madura, Kamis (23/4/2020) siang.

Pria yang tinggal di Jalan Siaga Bukit Cinta RT. 37, Kelurahan Damai, Kecamatan/Kota Balikpapan ini menceritakan tidak terlepas dari kebijakan pemerintah terhadap pembatasan mobilitas. Tak ayal, di kota tersebut dilarang mengadakan kegiatan guna tidak memunculkan keramaian.

“Dilarang berkumpul di sini, juga dilarang ada kegiatan apapun selama wabah covid-19 ini,” sambung Refan.

Di kota tersebut juga diwajibkan untuk menggunakan masker. Kondisi tersebut dimanfaatkan Refan untuk menyambung hidup. Dia ikut temannya menjual masker sebagai kebutuhan utama saat ini. Dia dan temannya jualan secara online dan di tepi jalan.

“Cara menyambung hidup saya ikut teman jualan online, jual masker di jalanan,” jelas Refan.

Akan tetapi, Refan sedang bersyukur. Hal itu tidak terlepas dari baru terdapat pendataan bagi yang tidak mampu di daerahnya guna mendapatkan bantuan di tengah wabah Covid-19.

“Ada pendataan di sini bagi yang kurang mampu, jadi ini bisa kami syukuri,” pungkasnya. (idy/nam)

Komentar

News Feed