Cerita Perjuangan Suporter Cantik Madura United Putry Farodillah: Panjat Pagar Demi Mendukung Madura United

  • Whatsapp
(FOTO; PUTRY FOR KM) PENUH PERJUANGAN: Suporter Madura United Putry Farodillah saat memberikan dukungan di Stadion Maguwoharjo Sleman.

KABARMADURA.ID | Banyak cara yang dilakukan fans sepak bola untuk memberikan semangat kepada pemainnya, mulai dari hadir langsung serta membuat sejumlah player dukungan. Seperti halnya yang dilakukan perempuan cantik bernama Putry Farodillah yang mencintai dunia suporter. Menjadi suporter sudah menjadi salah pilihan hobi favoritnya. Dia juga sejak di bangku sekolah dasar (SD) sudah diajak orang tuanya untuk menyaksikan sepak bola langsung dari tribun.

SYAHID MUJTAHIDY, SUMENEP

Bacaan Lainnya

Sejak Madura United berdiri pada 10 Januari 2016, Putry sudah terbiasa memberikan dukungan moril terhadap tim yang berjuluk Laskar Sape Kerrab itu. Alasannya, selain gemar nribun, dirinya juga merasa sebuah keharusan memberikan dukungan terhadap klub dari Madura, lebih-lebih tengah berkompetisi di kasta tertinggi Liga 1.

Selama mendukung Madura United, Mahasiswi Jurusan Sastra Inggris di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta itu menyampaikan, pernah rela meninggalkan kuliah demi memberikan dukungan terhadap Slamet Nurcahyo dan kolega.

Momen tersebut dilakukan saat Madura United jalani laga pertama penyisihan Grup Piala Presiden 2019 kontra PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo Sleman, 5 Maret 2019.

Bunga tribun asal Mandala, Gapura, Sumenep ini memiliki pertimbangan tidak akan setiap saat bisa nribun untuk dukung Madura United di Yogyakarta. Tak ayal, dia memilih untuk tidak masuk kuliah, namun mengikuti susulan pekan depannya.

“Pengalaman berkesan dua tahun lalu saat Madura United lawan PSS Sleman. Saya rela mengorbankan kuliah demi mendukung Madura United. Saya pikir pertandingan ini hanya sekali dan kuliah bisa ikut susulan,” curhatnya kepada Kabar Madura, Senin (29/11/2021).

Perjuangannya tidak terhenti di situ, suporter berusia 20 tahun ini menyampaikan, masih tidak memiliki teman untuk ke Stadion Maguwoharjo Sleman. Sebab, semua rekannya sudah berangkat duluan.

Setelah bisa berangkat ke venue pertandingan, tiket untuk tribun khusus suporter Madura United sudah penuh. Dia pun rela membeli tiket untuk tribun khusus pendukung PSS Sleman. Tapi, saat sudah di dalam, dia memilih memanjat pagar yang tinggi untuk memaksa masuk dan berkumpul di tribun fans Madura United.

“Saya tidak kehabisan akal, tanpa pikir panjang, saya menaiki pagar pemisah suporter. Memang beresiko, tapi saya sudah ingin sekali bersama dengan tema-teman yang lain, bernyanyi bersama, dan mendukung bersama,” imbuhnya.

Selama masa wabah Covid-19, BRI Liga 1 2021 berangsung tanpa suporter. Namun, Putry tetap memiliki cara untuk memberikan dukungan moril. Selain mendoakan, dia menyuarakan via media sosial (medsos) dan mengirim dukungan via direct message (DM) atau via Whatsapp kepada pemain yang dikenalnya.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *