Cerita Rudy Santoso Petugas Kebersihan di Ruang Isolasi Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BERBAKTI: Rudy Santoso tampak memakai APD melakukan bersih-bersih di ruangan isolasi Di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep demi tugas mulianya.

KABARMADURA.ID – Rudy Santoso sebagai cleaning service atau petugas bersih-bersih di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Sumenep menjadi tantangan sendiri baginya. Meski setiap hari memakai alat pelindung diri (APD) saat membersihkan ruangan maut itu, namun dia menikmati dan tetap semangat demi kemanusiaan.

IMAM MAHDI, SUMENEP

Percaya diri dan mengabdi demi kemanusiaan, serta berbekal doa dari orang tua dan keyakinan pada Sang Pencipta membuat Rudy tetap semangat bekerja. Dia tetap menjalani dengan sepenuh hati meski hampir setiap hari ada di ruang isolasi untuk membersihkan ruangan, menyediakan makanan untuk pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan.

Pria Kelahiran Sumenep 24 Juli 1995 ini mampu menjalani semuanya, walaupun pernah terpapar Covid-19 karena melakukan bersih-bersih di ruangan yang menakutkan itu.

Pekerjaan yang dinilai berisiko tinggi itu, dijalani dengan sepenuh hati karena percaya dengan keyakinan mampu memberikan pelayanan terbaik sebagai tenaga pendukung bagi tim medis yang memberikan pelayanan medis sebagai garda terdapat penanganan Covid-19.

“Saya sempat terpapar Covid-19, tapi usai sembuh bekerja lagi,” katanya, Minggu (29/08/2021).

Selama 1 tahun lebih bertugas sebagai petugas kebersihan di ruang isolasi rumah sakit tersebut, merupakan pilihan hatinya untuk membantu sesama di tengah penolakan sejumlah perusahaan penyedia jasa petugas kebersihan atau cleaning service dengan berbagai pertimbangan. Dia optimis meski sebagai petugas kebersihan bisa bermanfaat untuk sesama.

“Saya yakin bertugas sebagai petugas kebersihan di ruangan isolasi yang banyak ditolak orang lain, karena doa dan dukungan orang tua, saya berani,” ucap dia.

Pria beralamat Dusun Tal Bantal RT 03/02 Kacongan Kota Sumenep ini ada suka duka dalam menjalankan tugas. bisa membantu orang atau pasien yang sakit dan bisa untuk beribadah, dan dukanya takut membawa penyakit saat pulang kerja;.

”Rasa khawatir saat pulang pasti ada, takut anak istri sakit, tapi saya yakin semuanya ada pada perlindungan Allah,” ujarnya.

Tugas sebagai Cleaning Service juga mencari nafkah untuk keluarga. Dia mengaku mendapatkan Rp1,2 juta dalam setiap bulannya. Itu pun tidak cukup. Meski demikian, dia tetap bersyukur bisa mengabdi demi kemanusiaan.

“Melakukan bersih-bersih di \rumah sakit sudah biasa mas, hal itu dijalani demi amanah serta keluarga,” pungkasnya. (mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *